Kena Gangguan Langka, Model Ini Justru Pingsan Tiap Kali Berdiri

Kena Gangguan Langka, Model Ini Justru Pingsan Tiap Kali Berdiri

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Kamis, 30 Mei 2013 18:00 WIB
Kena Gangguan Langka, Model Ini Justru Pingsan Tiap Kali Berdiri
Chelsey Reynolds (Foto: Daily Mail)
Jakarta - Seorang model dituntut untuk bisa berlenggak-lenggok di atas catwalk dan berpose mematung layaknya manekin. Tapi model asal Essex, Inggris ini justru pingsan tiap kali berdiri dan kondisi itu benar-benar merubah hidupnya.

Gadis bernama Chelsey Reynolds yang awalnya bekerja sebagai perawat dan model paruh waktu ini pun terpaksa menghabiskan hari-harinya di atas kursi roda. Chelsey didiagnosis mengidap kondisi langka yang dikenal dengan Postural Tachycardia Syndrome (PoTS). Artinya setiap kali Chelsey berdiri, jantungnya akan berdetak sangat cepat sehingga membuatnya pingsan.

Saking parahnya kondisi yang dialami Chelsey, ia harus belajar berjalan dengan lututnya, termasuk membawa bangku kecil kemanapun ia pergi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yang tak kalah mengejutkan, tim dokter mengaku tak tahu-menahu mengapa Chelsey secara mendadak bisa menderita gangguan langka ini.

"Saya harus memakai kursi roda kemanapun saya pergi dan saya mulai belajar berjalan dengan lutut atau pantat saya ketika mengitari rumah. Padahal sebelumnya saya tak pernah sakit ataupun diopname di rumah sakit. Saya merasa tinggal di alam semesta yang aneh," tutur Chelsey.

Chelsey ingat betul tengah bertugas di bangsal stroke, Broomfield Hospital di Chelmsford ketika pertama kali mengalami pingsan aneh tersebut.

"Saat itu shift saya masih 15 jam lagi dan saya baru mulai bekerja. Awalnya saya baik-baik saja tapi mendadak saya merasa lemas. Lalu saya ingat hari itu saya belum sarapan jadi saya berasumsi itulah penyebabnya," kisah Chelsey seperti dilansir Daily Mail, Kamis (30/5/2013).

"Saya pun pergi ke ruang staf dan mencari sesuatu yang bisa dimakan dan ketika saya hendak kembali bertugas, saya pingsan. Semua orang langsung menghampiri saya dan tahu-tahu saya sudah berada di IGD. Ternyata saya tidak responsif dan orang-orang sangat khawatir karenanya," lanjutnya.

Chelsey diperbolehkan pulang dan diminta melakukan check up dalam 24 jam ke depan.

"Setelah itu saya diminta melakukan tes-tes sederhana seperti mendorong tangan dokter dan berdiri sebentar, tapi seketika saya bangun saya mendengar dokter mengatakan PoTS. Tes-tes itu sendiri berlangsung selama tiga hari dan cukup membuat Chelsey kelelahan," katanya.

Kemudian Chelsey harus menunggu agak lama untuk mengetahui hasil tes, termasuk diagnosis yang diberikan dokter kepadanya. Diagnosis dokter baru keluar pada bulan Oktober 2012. Sayangnya Chelsey diminta menunggu lagi selama enam bulan untuk mendapatkan follow-up dimana nantinya ia akan diberi sejumlah pengobatan untuk PoTS.

Salah satu yang disesali Chelsey adalah dengan penyakitnya itu ia tak lagi bisa bekerja sebagai perawat ataupun model paruh waktu, apalagi untuk pergi ke gym yang dulu sering ia lakukan. Chelsey harus menggunakan kursi roda kemanapun ia pergi dan itu membuat hidupnya benar-benar berubah

Kendati begitu, Chelsey tetap berpikir positif dan berusaha hidup senormal mungkin. Bahkan gadis berusia 22 tahun itu membuat akun YouTube untuk meningkatkan kesadaran akan PoTS dan mengisahkan perjalanan hidupnya bersama penyakit tersebut lewat media tersebut.

"Saya ingin penderita PoTS lainnya tahu mereka tidaklah sendirian," pungkasnya.



(up/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads