Kanker Tapi Didiagnosis Flu oleh Dokter, Bocah Ini Hampir Meninggal

Kanker Tapi Didiagnosis Flu oleh Dokter, Bocah Ini Hampir Meninggal

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Senin, 10 Jun 2013 13:34 WIB
Kanker Tapi Didiagnosis Flu oleh Dokter, Bocah Ini Hampir Meninggal
Sofia and Family (Foto: Daily Mail)
Jakarta - Sofia (2), hampir meninggal akibat kanker. Hal ini terjadi setelah orang tuanya, Danny (33) dan Zoe (31), berulang kali ke dokter yang sama dan ditegaskan bahwa gadis kecil ini hanya mengalami flu biasa.

Danny dan Zoe membawa Sofia ke dokter pertama kali setelah gadis yang biasanya aktif ini mulai bersin-bersin dan kesulitan bernapas. Saat itu dokter di Vine Medical Centre, Ashford, memberitahu bahwa Sofia menderita flu atau mungkin infeksi dada, seperti dilansir Daily Mail, Senin (10/6/2013).

Mereka kemudian membawa Sofia ke dokter tersebut kembali 4 kali dalam waktu kurang lebih 4 minggu. Namun, setiap kali ke sana gadis kecil ini hanya diberi antibiotik. Tak kunjung membaik, di leher Sofia justru muncul benjolan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Orang tua Sofia pun menelepon dokter bedah dan dokter tersebut mengatakan bahwa benjolan tersebut tidak berbahaya. Nyatanya benjolan tersebut tumbuh semakin besar dan sisi kiri wajah Sofia membiru. Takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, orang tuanya segera membawa gadis kecil ini ke Tunbridge Wells Hospital.

Setelah dilakukan pemeriksaan X-ray di dadanya, terlihat bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan Sofia. Tim dokter menduga Sofia mengalami memiliki gagal paru-paru. Sofia kemudian dipindahkan ke St George's Hospital, London, di sana ia menghabiskan 2 minggu perawatan intensif dan didiagnosis dengan leukemia lymphoblastic akut.

Sofia kemudian dipindahkan ke Royal Marsden Hospital, London. Dokter mengatakan bahwa kelenjar getah bening di leher Sofia mengalami radang sehingga saluran angin pernapasannya terdorong 1 inci ke samping. Inilah yang mengganggu pernapasannya.

Danny dan Zoe, yang juga memiliki putri lain, Ava (5), akan mengambil tindakan hukum terhadap dokter yang pada awalnya tidak memberi diagnosis yang tepat.

"Sebagai orang tua, Anda tentu sangat mengenali anak Anda. Sofia adalah anak yang sangat aktif, saat ia menjadi pendiam, saya dan istri saya tahu ia tidak dalam kondisi baik," ujar Danny.

Dokter yang tidak melakukan pemeriksaan lebih mendalam pada Sofia, membuat gadis kecil ini harus berjuang hanya untuk bernapas. Hal ini membuat Danny dan Zoe merasa sangat terpukul, apalagi mereka telah mengunjungi dokter tersebut 4 kali.

Kini Sofia sudah kembali ke rumah, ia akan menjalani perawatan, termasuk kemoterapi, untuk 2,5 tahun ke depan.

"Kami belum mau berkomentar apapun saat ini," ujar seorang juru bicara Vine Medical Centre.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads