Chen De En, remaja 16 tahun asal Singapura ini menderita penyakit langka yang dikenal sebagai Stevens-Johnson Syndrome (SJS), di mana kematian sel menyebabkan epidermis terpisah dari dermis. SJS adalah penyakit kulit serius dan berpotensi mematikan karena kulit dan selaput lendir bereaksi parah terhadap obat atau infeksi.
Dulunya Chen adalah remaja yang sangat sehat, bahkan ia adalah kapten tim basket sekolah. Dia berlatih setiap hari di bawah terik matahari tanpa lelah. Namun, kondisi misterius yang diderita sejak dua tahun lalu benar-benar mengubah hidupnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seluruh tubuhnya menjadi hitam dan menyerupai sesuatu yang hangus. Rasa sakit luar biasa juga terpancar dari seluruh tubuhnya yang membuatnya hampir tak tertahankan," ujar ibunya kepada harian lokal Wanbao, seperti dilansir Asiaone, Jumat (20/9/2013).
Penyakit Chen mengembangkan komplikasi dan mengakibatkan nyeri di sendi. Menurut sang ibu, dia memerlukan orang lain untuk membantunya berjalan dan menuruni tangga. Dokter mengatakan kekebalan tubuhnya telah berbalik menyerang tubuh dan sendinya sendiri.
Kondisi Chen sangat serius sehingga ia harus rawat inap di ruang Intensive Care Unit (ICU) selama sekitar satu bulan. Selama periode ini, seluruh tubuhnya seperti diserang, Chen pun menderita sirosis hati. Kondisinya sangat buruk sehingga hatinya bisa gagal setiap saat dan dia akan membutuhkan transplantasi hati.
Untungnya, setelah menjalani beberapa perawatan steroid, kondisi Chen mulai di bawah kendali. Dua tahun kemudian, Chen masih hidup dan sehat, tapi masih perlu menjalani tes rutin dan mendapatkan suntikan steroid untuk melanjutkan pertempuran melawan kondisi misteriusnya.
(mer/vit)











































