Kena Penyakit Misterius, Calvino Mengeluarkan Air Mata Darah

Kena Penyakit Misterius, Calvino Mengeluarkan Air Mata Darah

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jumat, 18 Okt 2013 15:34 WIB
Kena Penyakit Misterius, Calvino Mengeluarkan Air Mata Darah
Calvino Inman (Foto: Livescience)
Rockwood, Tennessee - Seorang pemuda dari Tennessee, hidup dengan kondisi medis yang mengkhawatirkan. Tanpa peringatan apa-apa, ia mulai mengeluarkan darah dari matanya. Kondisinya bahkan membuat dokter benar-benar bingung.

Pada tahun 2009, Calvino Inman terkejut dengan apa yang dilihatnya di cermin kamar mandi, darah mengucur dari mata. "Saya mendongak dan melihat diriku (di cermin). Saya pikir saya akan mati," ujar Calvino kepada CNN, seperti dilansir Livescience, Jumat (18/10/2013).

Remaja asal Rockwood, Tennessee, langsung dilarikan ke ruang gawat darurat di rumah sakit lokal, tetapi dokter tidak bisa menemukan penyakitnya. Beberapa pemeriksaan seperti CT scan, MRI dan USG tidak memberikan petunjuk apa-apa. Dalam sehari, ia bisa 3 kali mengeluarkan darah dari matanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya Calvino, seorang gadis Yaritza Oliva juga dilaporkan mengalami kondisi yang sama. Munculnya darah dalam air mata Oliva menggemparkan masyarakat dan membuat bingung dokter mata setempat.

Keanehan ini muncul secara tiba-tiba. Menurut pengakuan Oliva, matanya mulai mengeluarkan darah sekitar bulan Mei. Awalnya dia didiagnosis mengalami infeksi mata dan konjungtivitis. Namun air mata darahnya malah menetes beberapa kali dalam sehari. Dia pun menjadi bingung.

Menangis darah atau dikenal dengan istilah medis Haemolacria, telah membingungkan para dokter selama berabad-abad. Pada abad ke-16, dokter Italia Antonio Brassavola menggambarkan seorang biarawati yang akan berdarah dari mata dan telinganya setiap bulan. Pada 1581, Rembert Dodoens juga memeriksa seorang gadis 16 tahun yang menangis darah, menurut laporan dalam jurnal The Ocular Surface.

Dr Barrett G. Haik, Direktur Universitas Tennessee Hamilton Eye Institute di Memphis, melaporkan ada empat kasus yang diketahui dari haemolacria, yang diterbitkan dalam jurnal Ophthalmic Plastic & Reconstructive Surgery. Para penulis menyimpulkan bahwa 'menangis darah' merupakan entitas klinis tak biasa yang menyangkut pasien dan dapat membingungkan dokter. Namun, kasus-kasus tersebut biasanya sembuh tanpa pengobatan.



(mer/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads