Wanita Berkaki 'Balon', Menggelembung Hingga 31,7 Kg karena Elephantiasis

Wanita Berkaki 'Balon', Menggelembung Hingga 31,7 Kg karena Elephantiasis

- detikHealth
Kamis, 21 Nov 2013 11:30 WIB
Wanita Berkaki Balon, Menggelembung Hingga 31,7 Kg karena Elephantiasis
Foto: SWNS
Nairobi - Sosok Sadia Abdinur menarik perhatian banyak orang. Hal ini karena kaki kirinya menggelembung seperti balon hingga beratnya mencapai sekitar 31,7 kg. Kondisi tersebut membuat perempuan berusia 35 tahun itu kesulitan untuk bergerak. Para tetangga meyakini kondisi Sadia itu disebabkan oleh ulah makhluk gaib.

Karena tidak bisa bergerak dengan leluasa, perempuan yang lahir di Somalia ini tidak bisa menghidupi anak-anaknya. Alhasil buah hatinya yang masih berusia 9 tahun, Ayan, dan Ayub yang berusia 7 tahun, harus mengemis di jalanan. Anak-anak Sadia yang tidak pernah merasakan bangku sekolah ini setiap malam juga memberikan pelukan selamat tinggal kepada ibunya karena khawatir sang ibu akan meninggal keesokan harinya akibat penyakit yang dialaminya.

Sementara itu ahli bedah di Nairobi, Kenya, menolak untuk menangani Sadia karena mereka tidak memiliki pakar dan fasilitas yang mendukung. Akan tetapi mereka meyakini jika Sadia tidak mendapatkan penanganan maka keselamatan jiwanya akan terancam akibat infeksi yang diderita.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tolong selamatkan hidup saya," begitu harapan Sadia, seperti dikutip dari Mirror, Kamis (21/11/2013).

Pada 2006, Sadia jatuh sakit setelah terkena infeksi. Perlahan kaki kirinya mulai membengkak dan mengalami lymphedema parah yang disebabkan oleh 'infeksi parasit elephantiasis'. Kelompok amal yang berbasis di Inggris, Alhidaya Charity, menemukan Sadia hidup dalam kemelaratan dan terusir dari masyarakat. Itu makanya mereka berniat membantu perempuan ini. Saat ini visa dan paspor bagi Sadia untuk masuk ke Inggris sedang diupayakan.

Prof Nigel Standfield, Kepala Sekolah Pascasarjana di London yang juga profesor bedah vaskular di Imperial College Healthcare NHS Trust bahkan telah menawarkan diri untuk melakukan prosedur medis secara cuma-cuma. "Wanita ini memiliki kaki gajah yang merupakan penyakit tropis," terang Prof Standfield.

Menurutnya apa yang terjadi pada Sadia merupakan salah satu kasus yang paling ekstrem yang pernah dia lihat. Apalagi gara-gara penyakitnya itu, Sadia nyaris tidak bisa bergerak. "Operasi untuk mengobatinya sangat kompleks dan mungkin butuh waktu 8-10 jam," jelas Prof Standfield.

Dia mengatakan butuh peralatan canggih untuk menggelar operasi atas Sadia. Tak hanya itu, prosedurnya pun harus dilakukan ekstra hati-hati karena Sadia bisa kehilangan banyak darah dan cairan. Karena itu Prof Standfield menghormati ahli bedah Kenya yang mengatakan belum mampu mengobati Sadia.

"Tanpa pengobatan dia akan meninggal sebelum waktunya akibat infeksi berat yang bisa muncul jika terjadi selulitis," sambungnya. Prof Standfield juga menyebut karena kondisi yang dialami Sadia melibatkan seluruh kakinya sampai ke pangkal paha, maka amputasi bukanlah suatu pilihan.

Dibutuhkan dana setidaknya Rp 562,7 juta untuk menerbangkan Sadia ke Inggris serta untuk biaya perawatan pribadi setelah operasi. Shugri Hussein, perwakilan Ahidaya International Inggris, telah menulis surat kepada PM David Cameron dan Ratu terkait penggalangan dana ini. Dia berharap akan ada tambahan dana untuk Sadia dengan segera. Karena jika tidak segera mendapat penanganan, maka hidup Sadia akan menjadi lebih sulit.

"Dia berada dalam kondisi yang melemahkan dirinya, dikucilkan masyarakat setempat karena dianggap penyakitnya itu ulah makhluk gaib," ucap Hussein.

Orang-orang juga berpikir Sadia menderita HIV atau kanker. Karena penyakitnya itu, bahkan Sadia disebut 'perempuan' jahat. Kurangnya informasi yang didapat Sadia dan masyarakat sekitar menimbulkan adanya stigma negatif.

"Anak-anak Sadia bingung juga. Mereka pikir nantinya akan memiliki kaki yang sama dengan ibunya karena meyakini bersifat turunan," tutur Hussein.

"Cerita Sadia benar-benar menyentuh saya. Di telepon, dia tidak bisa berhenti menangis. Dia meminta saya untuk meneleponnya dua kali setiap hari untuk memastikan apakah dia masih hidup dan juga untuk membantu anak-anaknya jika hal terburuk terjadi padanya," sambung Hussein.

Penyakit kaki gajah merupakan golongan penyakit menular yang disebabkan cacing Filaria yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk. Setelah tergigit nyamuk, parasit (larva) akan menjalar dan ketika sampai pada jaringan sistem lympa maka berkembanglah menjadi penyakit. Penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan bila tidak mendapatkan pengobatan, dapat menimbulkan cacat permanen berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin, baik perempuan maupun laki-laki.

Penyakit kaki gajah sebenarnya bukanlah penyakit yang mematikan, namun demikian bagi penderita mungkin menjadi sesuatu yang dirasakan memalukan bahkan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Penyakit kaki gajah umumnya banyak terdapat di wilayah tropis. Menurut WHO, urutan negara yang paling banyak penderita kaki gajah adalah Asia Selatan (India dan Bangladesh), Afrika, Pasifik dan Amerika. Belakangan banyak pula terjadi di negara Thailand dan Indonesia (Asia Tenggara).

(/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads