Kejadian itu dialami Abdulle kecil di sebuah kamp dekat perbatasan Somalia dan Kenya ketika ia mengungsi. Ular itu mencoba menggigit wajah Abdulle dan berusaha menelannya utuh-utuh. Abdulle pun berteriak dan pengungsi lain terbangun, lalu membunuh ular tersebut.
Dilaporkan Fort Worth Star-Telegram, tidak mempunyai bibir atas membuat Abdulle tak bisa membuka mulut. Bahkan bibirnya pun sering berdarah, sulit bicara, dan sulit makan. Keadaan pun berubah saat tahun 2010 Abdulle tiba di Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku sangat bahagia. Berkat pertolongan dua dokter ini mimpiku jadi kenyataan. Aku bisa tersenyum, makan, berbicara, dan hidup normal seperti orang lain," kata Abdulle seperti dikutip dari NY Daily News, Rabu (18/12/2013).
dr Williams menggunakan sistem 'switch vermillion flap' untuk mengoperasi Abdulle. Ia mengambil bagian bibir bawah pria itu, membalikkannya, lalu menempelkannya di area bibir atas. Operasi ini sering digunakan untuk pasien kanker bibir. Tak hanya itu, dr Kelley juga merawat gigi Abdulle.
"Kami perlu mencopot beberapa gigi Abdul dan memasang kawat untuk merapikan giginya setelah mengalami insiden itu. Kami ingin memberi contoh pasien lain hal sesulit apapun bisa diatasi asal kita tetap berusaha," tutur dr Kelley.
Saat berusia delapan tahun, Abdulle dan saudaranya melarikan diri dari perang yang kala itu melanda Somalia. Mereka tinggal sementara di kamp di Kenya dan Uganda. Sekarang, Abdulle bekerja di pabrik unggas di Nacogdoches, Texas. Tapi, ia berencana akan pindah ke Fort Worth secepatnya. Bahkan, Abdulle mengatakan ia sudah siap menikah.
(/up)











































