Wajah Digigit Ular, Pria Ini Hidup Tanpa Bibir Atas Selama 20 Tahun

Wajah Digigit Ular, Pria Ini Hidup Tanpa Bibir Atas Selama 20 Tahun

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Rabu, 18 Des 2013 13:02 WIB
Wajah Digigit Ular, Pria Ini Hidup Tanpa Bibir Atas Selama 20 Tahun
Foto: CBS Lokal
Texas - Dua puluh tahun sudah pria asal Somalia bernama Mohamed Abdulle ini hidup tanpa memiliki bibir bagian atas. Penyebabnya, ular sepanjang 12 kaki berusaha menggigit Abdulle ketika ia berumur sepuluh tahun.

Kejadian itu dialami Abdulle kecil di sebuah kamp dekat perbatasan Somalia dan Kenya ketika ia mengungsi. Ular itu mencoba menggigit wajah Abdulle dan berusaha menelannya utuh-utuh. Abdulle pun berteriak dan pengungsi lain terbangun, lalu membunuh ular tersebut.

Dilaporkan Fort Worth Star-Telegram, tidak mempunyai bibir atas membuat Abdulle tak bisa membuka mulut. Bahkan bibirnya pun sering berdarah, sulit bicara, dan sulit makan. Keadaan pun berubah saat tahun 2010 Abdulle tiba di Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ahli bedah dr Fayette Williams dan dokter gigi John Kelley di John Peter Smith Hospital, melakukan operasi yang dikatakan Abdulle sudah mengubah hidupnya. Sebab, kini dia bisa membuka kembali mulutnya dan bisa hidup normal.

"Aku sangat bahagia. Berkat pertolongan dua dokter ini mimpiku jadi kenyataan. Aku bisa tersenyum, makan, berbicara, dan hidup normal seperti orang lain," kata Abdulle seperti dikutip dari NY Daily News, Rabu (18/12/2013).

dr Williams menggunakan sistem 'switch vermillion flap' untuk mengoperasi Abdulle. Ia mengambil bagian bibir bawah pria itu, membalikkannya, lalu menempelkannya di area bibir atas. Operasi ini sering digunakan untuk pasien kanker bibir. Tak hanya itu, dr Kelley juga merawat gigi Abdulle.

"Kami perlu mencopot beberapa gigi Abdul dan memasang kawat untuk merapikan giginya setelah mengalami insiden itu. Kami ingin memberi contoh pasien lain hal sesulit apapun bisa diatasi asal kita tetap berusaha," tutur dr Kelley.

Saat berusia delapan tahun, Abdulle dan saudaranya melarikan diri dari perang yang kala itu melanda Somalia. Mereka tinggal sementara di kamp di Kenya dan Uganda. Sekarang, Abdulle bekerja di pabrik unggas di Nacogdoches, Texas. Tapi, ia berencana akan pindah ke Fort Worth secepatnya. Bahkan, Abdulle mengatakan ia sudah siap menikah.

(/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads