Bersepeda selama 24 jam nonstop, berjalan sepanjang 350 mil, dan mendayung selama 8 jam, adalah cara-cara yang akan dilakukan Charlie (29) dalam menggalang dana untuk sebuah rumah sakit. Hebatnya lagi, rumah sakit yang ingin didonasikannya adalah rumah sakit yang telah menyelamatkan hidupnya.
Ya, ternyata Charlie adalah salah satu survivor kanker testicular yang pernah dirawat di Rumah Sakit King's College, London, Inggris. Charlie diagnosa menderita kanker testicular pada Desember 2013. Setelah menjalani operasi dan kemoterapi, akhirnya Charlie telah dinyatakan sembuh dari kanker yang dideritanya.
Charlie mengungkapkan, setelah menemukan benjolan dan mengetahui kalau ia terkena kanker testicular, ia segera melakukan operasi seminggu setelah bertemu dengan dokter. Dan setelah melakukan operasi, Charlie pun menjalani kemoterapi layaknya penderita kanker pada umumnya, demi mencegah kanker tersebut kembali kepadanya. Maka setelah dinyatakan sembuh, Charlie benar-benar merasa bahagia. Charlie merasa dokter-dokter serta perawat di Rumah Sakit King’s College benar-benar telah bekerja maksimal dalam menanganginya.
"Saya tidak bisa membayar mereka (pekerja rumah sakit) lagi atas apa yang sudah mereka lakukan pada saya. Saya hanya ingin melakukan apa saja sebagai ucapan terima kasih saya," ujar Penrose, seperti dikutip Daily Mail, Selasa (18/2/2014).
Sebagai bentuk ucapan terima kasihnya, Charlie sudah merencakan akan menggalang dana untuk Rumah Sakit King's College dengan cara memanjat puncak-puncak tertinggi di Inggris, Wales, dan Skotlandia pada bulan April, bersepeda dari London ke Paris non stop selama 24 jam pada bulan Juni, berjalan dari London hingga ke Cornwall pada bulan Juli, dan mendayung mengarungi lautan Channel pada bulan Agustus. Tidak hanya itu, ia juga akan ambil bagian dalam Ironman Triathlon di Meksiko pada akhir tahun.
"Saat ini, saya benar-benar sudah merasa sehat. Tapi dengan kejadian telah rasakan,membuat saya merasa harus lebih sering beraktivitas lagi," ujar pria yang berasal dari Brixton, London Selatan ini.
Sebelum melakukan segala hal yang telah direncanakannya dalam beberapa bulan ke depan, Charlie ternyata telah ikut menjadi bagian dari kegiatan berlari 10 km yang diadakan di Richmond Park, London, Inggris.
Charlie mengaku pada awalnya ia sulit untuk menerima kenyataan kalau ia menderita kanker testicular. Kanker testicular sendiri adalah salah satu penyakit yang paling sering menyerang pria berusia 15 hingga 44 tahun. Di Inggris, ada sekitar 2000 kasus baru di tiap tahunnya.
Adanya benjolan adalah salah satu gejala dari kanker testicular, di mana 20 persen dari penderita kanker testicular merasakan sakit akibat benjolan tersebut. Pria yang mempunyai sejarah keluarga yang menderita kanker ini, bersama dengan HIV dan AIDS, adalah yang berisiko terkena penyakit kanker testicular.
Anda mungkin berpikir hal ini tidak akan terjadi pada Anda, karena itulah yang saya rasakan sebelumnya. Bahkan hingga kini, saya masih suka tidak percaya atas apa yang telah terjadi pada saya,” ungkap Charlie yang ternyata telah merencanakan niat membantu Rumah Sakit King’s College dengan menggalang dana sebesar 10.000 poundsterling (sekitar Rp 197 juta) ini sejak ia dalam proses penyembuhan.
Charlie bukanlah survivor kanker testicular yang pertama. Ia merupakan salah satu dari 97 persen penderita yang berhasil bertahan hidup akibat kanker testicular.
(mer/)










































