Harleigh Kay (17) mungkin tidak akan pernah menyangka sebelumnya jika kegemarannya untuk melakukan perawatan kecantikan di salon demi membentuk alisnya agar membuat dirinya terlihat lebih cantik, akan berujung pada hal yang sangat merugikan dirinya. Harleigh harus menerima kenyataan bahwa wajah cantiknya harus berubah 'menyeramkan' dikarenakan kegemarannya dalam mempercantik tampilan alisnya.
"Saya terlihat seperti monster. Saya bahkan sampai tidak mengenali wajah saya ketika saya bercermin. Saya sangat takut melihatnya," tutur Harleigh yang merupakan seorang model, seperti dikutip dari Dailymail pada Selasa (25/2/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya hanya ingin melakukan sedikit perawatan untuk diri saya, tapi nyatanya hal tersebut malah menjadi sebuah bencana," sesal Harleigh.
Harleigh menceritakan, ketika ia keluar dari salon, ia memang merasa ada yang aneh di wajahnya. Dan benar saja, beberapa hari kemudian, wajahnya menjadi bengkak-bengkak dan terasa gatal. Berusaha untuk mengatasi rasa gatal dan aneh di wajahnya, Harleigh menggunakan lotion yang dipercaya dapat meredakan rasa gatal dan perih di wajahnya. Namun ternyata, 2 hari kemudian, alis Harleigh menjadi bernanah hingga membuat Harleigh tidak bisa membuka matanya.
"Saya tidak pernah melihat hal semacam ini sebelumnya. Hal ini terlihat begitu menakutkan. Saya sangat khawatir. Yang saya bisa lakukan hanya menahan nanah yang ada pada mata Harleigh. Saya tidak tahu lagi harus melakukan apa lagi," ungkap Leigh Adam, ibunda Harleigh.
Harleigh pun dibawa ke Rumah Sakit Luton and Dunstable, Amerika. Namun, Harleigh harus merasakan kekecewaan ketika dokter menyatakan masih belum tahu kapan efek yang terjadi di wajahnya bisa kembali seperti semula. Harleigh yang saat ini masih bersekolah di Barnfield College, Amerika, mengaku bahwa ia sangat merasa trauma atas kejadian ini. Dan karena kejadian ini, Harleigh sangat mengkhawatirkan profesinya sebagai model.
"Modelling adalah sesuatu yang lakukan bahkan sejak saya kecil. Dan saya sangat ingin untuk terus melakukan itu. Namun kejadian ini, saya yakin akan membahayakan profesi saya," ujar Harleigh.
Akibat dari kejadian ini, Leigh memperkarakan kasus ini melalui jalur hukum. Sebelumnya, pihak Salon Luton American Nails menawarkan kompensasi kepada Harleigh sebagai permintaan maaf dan ganti rugi. Namun hal itu langsung ditolak oleh Leigh, sehingga ia tetap memilih jalur hukum.
"Saya tidak ingin salon itu (Salon Luton American Nails) bangkrut. Namun, tetap ada yang harus dilakukan untuk memastikan tidak akan terjadi lagi hal seperti ini," tutur Leigh.
Leigh pun akhirnya membuat kampanye yang mengusung 'Safer Beauty Salon' sebagai bentuk gerakan demi menjadikan industri kecantikan menjadi lebih baik lagi.
(mer/vit)











































