Terkena Sindrom Muntah, Gadis Ini Sembuh Setelah Mengikuti Karate

Terkena Sindrom Muntah, Gadis Ini Sembuh Setelah Mengikuti Karate

- detikHealth
Sabtu, 06 Sep 2014 08:04 WIB
Terkena Sindrom Muntah, Gadis Ini Sembuh Setelah Mengikuti Karate
Jakarta - Merasa mual dan ingin muntah kerap dirasakan seseorang saat sedang tidak enak badan. Tapi seorang gadis dari Swansea ini sering merasa mual dan bisa muntah sebanyak 30 kali dalam sehari karena dirinya memiliki Cyclical Vomiting Syndrome (CVM), yaitu kondisi langka yang membuat penderitanya yang sehat secara tiba-tiba merasa lemas dan muntah tanpa henti.

Dirangkum dari berbagai sumber oleh detikHealth, Sabtu (6/9/2014), Megan Stone (6) terkena sindrom langka yang membuat dirinya tidak bisa banyak beraktivitas karena selalu merasa lemas. Ia pun membutuhkan waktu berhari-hari untuk dapat pulih setelah serangan muntah itu datang. Tak jarang dia menjadi sangat lemas dan tidak mampu berdiri karena muntah hebat yang dialaminya.

Menurut Rachel Stone (35), ibu Megan, anaknya pertama kali mengalami gejala sindrom ini adalah saat dirinya menginjak usia tiga tahun. Saat itu Megan sering merasa pusing luar biasa, kram perut, dan mengeluarkan keringat berlebih. Setelah itu, Megan kerap muntah berkali-kali setiap minggunya. Inilah yang membuat keluarga menjadi prihatin terhadap kondisi Megan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nyonya Stone pun membawa Megan ke berbagai dokter. Dari tiga dokter yang berbeda tak ada satu pun yang bisa mendiagnosis penyakit Megan. Mereka hanya mengatakan putrinya mengalami infeksi viral, alergi, dan bulimia. Hingga akhirnya, nyonya Stone pun membawa Megan ke dokter spesialis dan mendapatkan fakta bahwa putrinya mengidap CVS.

CVS ini membuat putrinya mengalami muntah tak terkontrol selama 14 jam sehari ketika sindrom ini mulai menyerang tubuhnya. Walaupun dokter sudah memberi obat pencegah mual, tubuhnya tetap tak bisa menerima obat tersebut. Segala yang akan ditelan oleh Megan secara cepat akan dimuntahkannya kembali.

Kondisi putrinya yang semakin parah ini membuat Nyonya Stone merasa gagal sebagai ibu. Sebab dia tidak bisa menolong banyak saat anaknya merasa sakit. "Kami harus menggendongnya saat dia harus ke toilet atau ke dokter, sebab setelah muntah dia akan merasa lemas luar biasa hingga kakinya terasa seperti jeli dan dia pun merasa pusing," tutur nyonya Stone.

Dokter pun tidak bisa berbuat banyak terhadap kondisi Megan. Namun, hal yang aneh adalah kondisi Megan bisa pulih setelah dirinya mengikuti kelas beladiri karate. Awalnya Nyonya Stone tidak yakin saat mendaftarkan anaknya ke kelas karate. Tapi, melihat Megan terlihat sangat antusias saat melihat kakaknya Jack sangaat menikmati kelas beladiri tersebut. Megan pun mulai mengikuti jejak yang sama seperti kakaknya.

Walaupun dibutuhkan stamina dan fisik yang kuat, ajaibnya Megan bisa mengikuti kelas ini. Bahkan gejala CVS yang dirasakannya pun lambat laun mulai berkurang. Biasanya setiap minggu Megan merasakan serangan sindrom ini. Tapi, setelah mengikuti kelas karate, frekuensi serangan sindrom ini secara drastis semakin berkurang. Tubuh Megan pun menjadi lebih kuat dan bisa pulih dengan cepat.

"Dampak CVS biasanya mempengaruhi 2% populasi usia sekolah, namun bukan tidak mungkin sindrom ini terjadi pada kelompok usia berapa saja," tutur dr Robin Dover, Kepala dari Cyclical Vomiting Syndrome Association di Inggris. Menurut dr Dover, sindrom yang susah dipahami penyebabnya ini membuat penderitanya yang sehat secara mendadak akan merasa lemas karena mual dan muntah tanpa henti. Pasien akan mengalami muntah hingga enam kali dalam satu jam. Gejalanya pun akan dialami selama 1-4 hari, bahkan pada tahap ekstrem gejalanya akan dirasakan dua minggu penuh.

(vit/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads