Pria Tuna Rungu Buat Alat Agar Bisa Dengar Jaringan Internet

Pria Tuna Rungu Buat Alat Agar Bisa Dengar Jaringan Internet

- detikHealth
Minggu, 16 Nov 2014 12:01 WIB
Pria Tuna Rungu Buat Alat Agar Bisa Dengar Jaringan Internet
Frank Swain
London - Wi-Fi merupakan sebuah teknologi jaringan yang sangat populer. Hanya saja yang namanya jaringan semacam ini tentu kasat mata dan tak dapat diraba, apalagi didengar. Namun seorang pria tunarungu mengaku bisa mendengar jaringan Wi-Fi.

Kisah bermula ketika pria bernama Frank Swain ini kehilangan pendengarannya di usia 20 tahun. Uniknya, ia percaya bahwa teknologi dapat mengubah sesuatu yang tak bisa dilihat atau didengar seperti jaringan Wi-Fi menjadi sebaliknya.

Frank yang berprofesi sebagai penulis itu kemudian mengajak seorang sound designer bernama Daniel Jones untuk menciptakan sebuah alat yang dapat menerjemahkan jaringan Wi-Fi ke dalam bentuk suara. Suara Wi-Fi ini nantinya dapat didengar lewat alat bantu milik Frank.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proyek ini pun ia beri nama Phantom Terrains. Menurut Frank, setiap data dan enkripsi sejatinya memiliki nada yang berbeda-beda. Dan alat yang diciptakan Frank dapat menangkap sinyal dari data yang dimaksud, lalu mengirimkannya ke telepon Frank, yang kemudian 'diterjemahkan' menjadi suara agar dapat didengar Frank lewat alat bantunya.

Dari situ Frank juga menemukan bahwa makin jauh sinyalnya, maka suara yang dihasilkan hanya berupa suara klik atau letupan kecil. Sedangkan ketika sinyal Wi-Fi-nya makin dekat maka suara yang muncul terdengar seperti lagu.

"Mungkin ini terdengar sangat aneh, tapi Anda akan mudah terbiasa bila mendengarnya," tutur Frank seperti dikutip dari New Scientist, Minggu (16/11/2014).

Dan ia telah berhasil membuktikannya sendiri. Salah satu 'hasil karyanya' adalah pemetaan dan file suara dari jaringan Wi-Fi yang ada di sekitar rumahnya hingga ke kantor BBC Broadcasting House, London bagian tengah.

"Ketika saya mendekati stasiun Turnpike Lane dan turun ke platform bawah tanahnya, saya mendengar ada suara gemuruh dari jaringan ini, termasuk jaringan lain yang ada di sekitarnya," ungkapnya.

Namun saat Frank naik ke kereta bawah tanah, suara-suara ini hilang, seiring dengan karena kereta melaju di dalam terowongan-terowongan. "Setidaknya dengan teknologi ini, saya bisa melihat dunia dari data-data yang ada di sekitar saya," tutupnya.

(lil/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads