Demi Bertahan Hidup, Tengkorak Charlie Harus Dibongkar Pasang

Demi Bertahan Hidup, Tengkorak Charlie Harus Dibongkar Pasang

- detikHealth
Jumat, 02 Jan 2015 17:05 WIB
Demi Bertahan Hidup, Tengkorak Charlie Harus Dibongkar Pasang
Charlie Oldfield (Foto: Daily Mail)
Hampshire, Inggris - Waktu itu usianya baru 20 bulan, namun Charlie Oldfield telah didiagnosis dokter mengidap kondisi langka yang menyebabkan plat tengkoraknya menyatu. Tercatat Charlie harus menjalani 10 kali operasi agar bisa bertahan hidup.

Charlie terlahir dengan kondisi langka yang disebut dengan frontometaphyseal dysplasia. Dokter sempat mengira usia Charlie mungkin tak akan lama karena banyaknya komplikasi yang ditemukan pada pasien karena kondisi ini. Namun komplikasi yang paling menonjol pada diri Charlie adalah craniosynostosis.

Craniosynostosis merupakan kondisi di mana plat tulang tengkorak pasien menyatu sehingga memberikan tekanan fatal pada otaknya. Sang ibu, Annie Oldfield mengatakan karena hal itu, perkembangan otak Charlie menjadi terganggu dan ia memperlihatkan perilaku anak dengan gejala autisme parah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Charlie selalu menangis dan membenci semua orang yang ada di sekitarnya. Bila ada orang asing masuk ke kamarnya, ia akan berteriak sekuat tenaga, sampai mereka benar-benar pergi. Charlie juga tidak kontak fisik dengan siapapun, bahkan dengan Annie sekalipun.

Satu-satunya cara untuk membuat Charlie bertahan adalah dengan membongkar tengkoraknya. Setelah dibongkar dan tekanan pada otaknya perlahan mulai dikurangi, lalu tengkorak pasien disatukan kembali. Pada Charlie, butuh operasi hingga 10 kali agar tekanan pada otak tadi benar-benar berkurang.

Menurut Annie, 10 operasi itu berlangsung sejak umur Charlie baru 21 bulan hingga kini memasuki tiga tahun. Untuk satu kali operasi, waktu yang dihabiskan bisa mencapai 5,5 jam, dan untuk waktu selama itu ibu Charlie harus bertahan dan siap menerima kenyataan apapun yang akan terjadi setelahnya.

Namun Annie menambahkan saat-saat paling mendebarkan untuk seumur hidupnya adalah di operasi Charlie yang ke-10. "Biasanya hanya 5,5 jam, tapi yang kemarin itu sampai 7 jam. Tiap menit berlalu rasanya begitu menyiksa. Ini adalah operasi yang paling serius, karena dokter bilang Charlie bisa saja meninggal karenanya," kenang Annie seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (2/1/2015).

Siapa sangka, operasi terakhir ini berbuah manis. Tim dokter pun terkejut karena melihat Charlie bisa pulih dengan cepat dan merayakan ulang tahun ketiganya.

"Baru setelah operasi yang ke-10 ini, tekanan di otak Charlie berkurang, karena ada bagian yang diambil dari tengkoraknya. Sehingga perilakunya berubah menjadi lebih baik," lanjut Annie.
 
Annie sempat gugup karena dalam operasi tersebut, putranya sampai membutuhkan transfusi darah. Namun Charlie membuktikan ia juga berhasil berjuang melewati semuanya. Bahkan ia bisa pulih seperti sedia kala hanya dalam waktu tiga hari.
 
"Secara perilaku, ia berkembang dengan cepat, bahkan ia langsung bisa berinteraksi dengan teman-teman sebayanya," imbuhnya.

Kendati demikian, Charlie masih mengidap frontometaphyseal dysplasia. Kondisi yang hanya dilaporkan terjadi pada 35 orang saja di penjuru dunia ini menyebabkan Charlie terserang penyakit ginjal serta membatasi pergerakan sendinya. Ia juga harus mengenakan kantung gastrostomi, dan hanya bisa diberi makan lewat infus.

"Namun kemajuan Charlie sungguh luar biasa, dan saya berterima kasih karena akhirnya kami punya ikatan spesial. Ia jadi tampak lebih bahagia, dan tak mau terhambat oleh kondisinya," tutur Annie.

(lil/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads