Di antara teman-teman sebayanya, semula Lauren Hill termasuk memiliki tubuh pendek. Namun setelah dia mengikuti latihan senam, tubuhnya semakin bertambah tinggi. Dalam waktu dua bulan, tinggi badan Lauren bertambah 15 cm. Sayangnya pertambahan tinggi badan yang begitu cepat membuatnya terkena skoliosis.
Lauren mengikuti kegiatan senam akrobatik karena dirinya ingin menjadi seorang pesenam di masa mendatang. Maka itu ketika didiagnosis skoliosis, Lauren begitu sedih. Dia tak menyangka pertumbuhan cepatnya saat berusia 15 tahun berujung kondisi yang berpotensi menghancurkan mimpinya menjadi pesenam.
"Para ahli mengungkapkan kondisi Lauren yang begitu cepat bertambah tinggi menyebabkan tulang punggungnya bergeser 45 derajat dan bentuknya menyerupai buah pisang atau bentuk huruf 'S'," kata Alison, ibunda Lauren, dalam suatu wawancara yang dipublikasikan di beberapa media setempat dan dikutip pada Jumat (13/2/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alison menuturkan pertumbuhan badan Lauren yang begitu cepat terjadi di tahun 2014. Lauren yang bertempat tinggal di Feltham, Middlesex, begitu terpukul hingga hampir berhenti untuk melakukan senam akrobatik.
"Saat itu saya berlatih untuk kejuaraan dunia, namun saat mengetahui saya mengidap skoliosis, hal itu sangat menyakitkan," ucap Lauren.
Skoliosis yang dialami Lauren mulanya disadari oleh sang pelatih. Dia melihat pinggul dan bahu Lauren tidak seimbang, dan ada belikat yang menonjol. Sang pelatih pun segera memberitahu ibu Lauren. Begitu mendengar hal itu, Alison segera membawa putrinya ke rumah sakit. Di sana, dokter mendiagnosis Lauren terkena skoliosis dan membutuhkan operasi.
"Putri saya harus menghadapi operasi untuk meluruskan tulang punggungnya. Tapi prosedur itu akan mengakhiri karir Lauren sebagai pesenam akrobat untuk selamanya, sehingga Lauren menolak operasi tersebut dan memutuskan untuk melakukan terapi alternatif," kata sang ibu.
Baca juga: Alas dan Posisi Tidur Tak Tepat, Bangun Tidur Punggung Bisa Nyeri Lho
Alison kemudian menemukan Scoliocis SOS, klinik yang menawarkan metode perawatan non-bedah pada penderita skoliosis. Selama perawatan, Lauren diajarkan beberapa program untuk berlatih rutin memulihkan kondisi tulang punggungnya setiap hari selama empat pekan.
"Hal terpenting untuk penyembuhan skoliosis di klinik ini adalah dengan menemukan pengobatan yang lebih efektif tanpa melakukan operasi," kata Koordinator Scoliosis SOS Clinic, Charlie Meeking.
Kini, tulang punggung Lauren sudah kembali lurus setelah menjalani latihan rutin bersama fisioterapis. Ia bahkan akan mengikuti kejuaraan senam akrobatik di European Acrobatics and Gymnastics Championships di Jerman. (vit/vit)











































