'Trauma' Makanan, John Hanya Konsumsi Makanan Hambar dan Ekstrak Ragi

True Story

'Trauma' Makanan, John Hanya Konsumsi Makanan Hambar dan Ekstrak Ragi

- detikHealth
Rabu, 25 Feb 2015 19:30 WIB
Trauma Makanan, John Hanya Konsumsi Makanan Hambar dan Ekstrak Ragi
John Pearson (Foto: Caters)
Derbys - Sering sakit dan muntah-muntah di usia 18 bulan membuat John Pearson 'trauma' terhadap makanan. Bahkan, kini di usia 48 tahun, John hanya memilih makanan yang cenderung hambar dan ekstrak ragi dipercaya John bisa membuat ia tetap bugar sampai saat ini.

John mengaku ia hanya akan mengonsumsi makanan hambar seperti keripik, mentega, roti, keju, susu dan sereal. Tidak lupa pula ekstrak ragi berbentuk selai, Marmite, yang menjadi makanan favoritnya. Menurut John, hal ini terjadi karena sakit yang kerap ia rasakan ketika kecil.

"Dulu saya suka makan sayur dan buah. Saya juga makan sajian yang dihidangkan untuk orang tua saya, hanya dalam porsi kecil. Tapi setelah saya sakit, muntah-muntah, saya jadi benci terhadap makanan," tutur John, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (25/2/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sang ibu sudah menyuruh John mencicipi berbagai makanan tapi baginya, semua tekstur dan warna makanan amat mengerikan. Hingga di usia remaja, dokter khawatir pola makan yang seperti itu membuat dia berisiko tinggi mengalami kebutaan, rakhitis, dan penurunan imunitas.

Baca juga: Terobsesi Parah Punya Badan Ideal, Hati-hati Kena Eating Disorder

Berbagai pengobatan pun sudah dicoba John, mulai dari konseling sampai hipnoterapi tetapi ia tetap tidak tertarik dengan makanan. Pernah suatu hari John mencoba makan wortel dan kacang polong, tapi lagi-lagi usahanya gagal. Akibatnya, sampai sekarang ia hanya hobi mengonsumsi roti dengan mentega dan pastinya sandwich ekstrak ragi Marmite.

"Sudah pasti Marmite adalah makanan favorit saya. Rasanya yang gurih membuat saya bisa menghabiskan sekitar 1 kg Mermait tiap bulannya. Bahkan, kedua mantan istri saya meninggalkan saya karena pola makan yang seperti ini," kisah John.

Beruntungnya, apa yang terjadi pada John tidak dialami oleh kedua anaknya yang berusia 20 dan 21 tahun. Saat ini, jika memungkinkan John ingin memiliki pendamping hidup yang bisa menerima kondisi John apa padanya.

"Saya berharap masih ada wanita yang mengerti keadaan saya. Hal terpenting bagi saya adalah, inilah diri saya dan ini sulit diubah. Lagipula, saya sudah terlalu tua untuk menjalani berbagai pengobatan untuk kondisi saya ini. Maka dari itu, saya hanya bisa menerima inilah saya apa adanya," kata John.

Baca juga: Harus Dilatih Sejak Dini, Begini Caranya Agar Anak Tak Jadi Picky Eater



(rdn/ajg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads