Menjalani masa kehamilan kerap kali diidentikkan dengan membatasi diri dari berbagai aktivitas fisik. Padahal, mengandung buah hati bukanlah alasan atau batasan bagi seorang wanita untuk berhenti berolahraga dan menjaga kebugaran tubuh.
Semangat ini dibuktikan langsung oleh Nabila Qadrianty, seorang ibu asal Indonesia yang belakangan menghebohkan media sosial setelah berhasil menyelesaikan ajang ketahanan fisik Hyrox Osaka pada usia kehamilan 24 minggu, hingga meraih penghargaan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Selain Nabila, selebriti Alyssa Daguise dan Jennifer Bachdim juga diketahui tetap menjalani olahraga intens dan rutin selama masa kehamilan. Lantas, apa hal yang perlu dipahami bumil sebelum melakukan latihan berat?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesan Utama Obgyn: Pahami Kondisi Fisik
Menanggapi fenomena ibu hamil yang mengikuti ajang olahraga ketahanan berintensitas tinggi seperti Hyrox, Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr Niken P Pangastuti SpOG KFER, menekankan bahwa kunci utama keamanan olahraga saat hamil terletak pada rekam jejak aktivitas fisik sebelum mengandung.
dr Niken mewanti-wanti agar ibu hamil tidak sembarangan meniru aksi tersebut tanpa mengukur kemampuan diri sendiri. Keikutsertaan dalam kompetisi berat seperti Hyrox hanya dimungkinkan jika tubuh sang ibu sudah terbiasa dengan beban latihan tinggi jauh sebelum masa kehamilan.
Meskipun secara umum ibu hamil disarankan melakukan aktivitas fisik berintensitas ringan hingga sedang, dr Niken menyampaikan bahwa daya tahan fisik setiap wanita hamil bersifat sangat personal.
Selama kondisi janin terpantau sehat dan tidak ada indikasi medis yang membahayakan, olahraga berat masih mungkin dilakukan oleh mereka yang sudah sangat terbiasa.
"Tapi ya kembali lagi, tiap orang tidak bisa kita samakan. Mungkin dia memang stamina tubuhnya sebegitu kuatnya. Selama dia rajin memeriksakan diri dan memantau perkembangannya baik-baik saja, tidak ada masalah dengan kondisi kehamilannya, rasanya sih kalau badannya masih bisa menoleransi, masih fine," lanjut dr Niken.










































