Saat Bradley Farrell didiagnosis tuli pada usia 12 bulan, sang ibu tengah mengandung si adik, Thomas Farrell. Saat itu ia sempat diberitahu bahwa kemungkinan untuk memiliki bayi tuli lagi sangatlah kecil. Namun ketika usia Thomas menginjak lima bulan, ia juga dinyatakan tuli.
Tapi sang ibu, Sharon mengaku tak ada yang aneh hingga mereka berhasil memasangkan implan koklea pada keduanya di tahun 1999. "Setelah dapat implan, keduanya malah terkena influenza. Sejak saat itu, tiap enam bulan sekali, mereka harus menginap di rumah sakit karena gangguan pernapasan," tuturnya.
Meskipun begitu, Sharon tak pernah menyangka bila kedua putranya mengidap penyakit yang tak biasa. Hingga kemudian mereka diminta menjalani tes DNA di Westmead Children's Hospital. Namun hasil tes ini baru keluar di tahun 2007, dan pada saat itu keduanya dinyatakan mengidap Arts Syndrome. Tak ada yang pernah mendengar tentang sindrom ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan karena komplikasi sindrom ini, mereka harus keluar masuk rumah sakit di Sydney untuk seumur hidup mereka. Apalagi keduanya memang sangat rentan terkena berbagai infeksi. Penglihatan mereka juga terbatas dan keduanya hanya bisa duduk di atas kursi roda karena lemah otot. Untuk bertahan hidup, Bradley dan Thomas pun masih harus menggunakan alat bantu pernapasan.
Baca juga: Dibius Tanpa Izin, Pria Ini Sempat Lumpuh dan Buta Usai Operasi
"Kondisi ini tak ada obatnya. Namun setidaknya kami bersyukur karena kami akhirnya bisa tahu ada apa yang terjadi pada mereka, meskipun kondisinya sangat langka," kata Sharon seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (26/2/2015).
Keluarga Farrell justru berhasil menepis keraguan dokter yang mengatakan rentang hidup pasien Arts Syndrome hanya sampai lima tahun, sebab kini mereka telah menginjak usia remaja. Bradley berusia 18 tahun, sedangkan Thomas 17 tahun. Ini karena kedua orang tua Ferrell memperlakukan Bradley maupun Thomas tak ubahnya remaja pada umumnya.
"Tujuan kami hanyalah membuat mereka bahagia dan siapa yang tahu ternyata itu bisa meningkatkan kualitas hidup mereka," lanjut Sharon.
Meski tak ada obatnya, namun enam tahun belakangan, Bradley dan Thomas diberi obat yang diberi nama SAM untuk mengatasi berbagai komplikasi akibat Arts Syndrome. Dan Sharon sangat bahagia karena semenjak ada obat itu, Bradley dan Thomas sudah lama tak kembali ke rumah sakit.
Hidup keluarga ini juga berubah sejak organisasi milik mantan bintang cricket asal Australia, Steve Waugh menyokong Bradley dan Thomas sejak enam tahun lalu. Steve Waugh Foundation tak hanya meningkatkan kesadaran akan penyakit ini, tapi juga menyumbang dana untuk mengubah kamar mandi keluarga Farrell agar sesuai dengan kebutuhan keduanya.
"Mereka tak pernah gagal menginspirasi saya dengan semangat luar biasa yang terpancar dari diri mereka, begitu juga dengan orang-orang yang mereka temui," ucap Steve.
Baca juga: Buta dan Lumpuh Karena Alergi Hampir Semua Makanan
(lil/vit)











































