Allen Zderad (68) mengidap Retinitis Pigmentosa atau RP. Penyakit mata yang diwariskan secara genetik ini memengaruhi retina atau lapisan sel-sel saraf yang berada di belakang mata. Penyakit ini membuat penglihatan Zderad semakin memburuk. Dalam kondisinya tersebut, ia mengandalkan tongkat untuk berjalan. Ia juga memercayakan seluruh hidupnya pada Carmen setelah penglihatannya benar-benar hilang total.
Oleh sebab itu, ketika kemudian ia mendapatkan kesempatan untuk dipasangkan mata bionik dan melihat sang istri untuk kali pertama, suasana haru benar-benar tampak terlihat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sepuluh tahun saya tidak bisa melihatnya, tapi saya masih mencintai dan menciumnya dalam kegelapan di mata saya. Saya bahagia," ungkap Zderad, seperti dikutip dari Fox News, Kamis (5/3/2015).
Teknik pemasangan mata bionik ini dilakukan dengan menyisipkan 60 elektroda ke dalam retina. Tindakan operasi ini sendiri dilakukan pada Zderad selama sekiar tiga jam. Setelah dua pekan kemudian, Zderad kemudian bisa melihat dengan jelas.
"Teknik ini bukan pengganti bola mata, tetapi bekerja dengan cara berinteraksi dengan mata," tutur Rayond Iezzi, ahli retina dari Mayo Clinic.
Dikutip dari Livescience, meskipun sudah dapat melihat dengan jelas, Zderad tetap harus menjalani terapi fisik untuk melatih interpretasi sinyal cahaya yang masuk dari implan alat tersebut.
Baca juga: Makan Sushi Kurangi Risiko Mata Kering
(Ajeng Anastasia Kinanti/Nurvita Indarini)










































