Nina seharusnya baru akan melahirkan enam minggu kemudian. Tapi karena perutnya sudah terasa sakit luar biasa hari itu, ia pun mendatangi rumah sakit. Tim dokter juga sempat mengira si ibu muda akan melahirkan, namun ternyata dugaan mereka keliru.
Rasa nyeri yang tak tertahankan itu disebabkan oleh kanker usus yang telah menyebar ke organ hati milik wanita berusia 32 tahun tersebut. Jujur, Nina sangat terkejut mendengarnya.
Setahun lalu, Nina sebenarnya telah didiagnosis dokter mengidap Irritable Bowel Syndrome (IBS). Gejalanya nyeri perut yang kadang timbul kadan hilang, disertai kembung, diare atau malah susah buang air besar, mirip seperti gejala kanker usus.
Baca juga: Lancar Tidaknya BAB Pengaruhi Berat Badan Seseorang? Ini Kata Ahli
Apalagi sepanjang kehamilan, ia mengeluhkan nyeri di dada dan bahunya. Namun dokter meyakinkan bahwa nyeri seperti itu lumrah dialami para wanita yang tengah mengandung.
Hari itu juga, tanggal 17 Februari 2015, Nina dilarikan ke ruang operasi untuk menjalani bedah caesar demi menyelamatkan sang bayi. Dengan begitu pengobatan kankernya dapat segera dilaksanakan. Si bayi lahir dengan selamat, walaupun dalam keadaan prematur.
Bayi Nina berjenis kelamin laki-laki dengan berat 2,6 kg. Bayi ini kemudian diberi nama Teddy. Untuk sementara, Teddy dirawat secara intensif di rumah sakit sehingga dokter bisa terus memantau perkembangannya.
"Kabar ini adalah momen terburuk dalam hidup saya. Sebelumnya kami dipenuhi kegembiraan karena menunggu bayi kami, tiba-tiba ini berubah menjadi mimpi buruk. Tak pernah terbayangkan saya harus hidup tanpa dia," ungkap tunangan Nina, Ed Cusick.
Setelah pulih dari bedah caesar, kini Nina tengah bersiap menjalani kemoterapi. Ia dan Ed berusaha berpikir positif demi kesembuhannya. Bahkan karena tak ingin kehilangan Nina, Ed pun bersemangat mencari pengobatan khusus untuk kanker usus lewat internet, dengan harapan memperpanjang usia belahan jiwanya.
Pria berumur 38 tahun itu juga menggalang dana untuk membiayai pengobatan Nina, termasuk dengan bantuan teman-temannya. "Nina berhari-hari mengeluh kram dan keluar-masuk toilet tapi dokter berkata itu bukan masalah. Apalagi usia Nina dianggap terlalu muda untuk kanker, sehingga Nina tidak dirujuk untuk menjalani tes lain," ungkapnya.
Untuk itu, pria yang berprofesi sebagai musisi itu ingin kisah tunangannya menjadi peringatan bagi wanita lain yang mengalami gejala serupa. "Kehilangan Nina bukanlah pilihan buat saya, jadi saya akan mengerahkan seluruh hidup saya untuk memastikan ia bisa sembuh dari penyakit ini," tekad Ed seperti dikutip dari situs penggalangan dana untuk Nina, causewish.com, Senin (9/3/2015).
Baca juga: Jika Dideteksi Sejak Awal, Peluang Kanker Usus Besar Bisa Sembuh 95 Persen
(lil/up)











































