Chen Tuanzhi lahir dengan kondisi yang disebut congenital genu recurvatum. Kondisi ini mengakibatkan kaki, terutama bagian lutut Chen menekuk seperti huruf L. Namun karena lahir dalam keluarga petani, mau tak mau Chen harus hidup dengan kaki menekuk seumur hidupnya, atau selama 26 tahun.
Bagaimana tidak, keluarga mereka sangat miskin sehingga mereka tak punya biaya untuk berobat atau membeli alat bantu. Oleh karena itu Chen tak bisa berjalan. Ia hanya menggunakan kedua tangannya untuk menggerakkan tubuh, sehingga ia kerap dipanggil 'gadis merangkak' oleh orang-orang di desanya.
Baca juga: Kisah Sam, Programmer Senior yang Lumpuh Gara-gara Jatuh
"Bukan saja tidak nyaman, tapi tiap berada di tempat umum, orang-orang pasti melihatnya dengan tatapan aneh. Ia harus tahan itu," ungkap sang ibu.
Lagipula banyak rumah sakit yang menolak merawat Chen. "Mereka beralasan tak pernah melihat kasus seperti yang dialami Chen," tambahnya. Kendati demikian Chen tak menyerah begitu saja. Dengan kondisi fisiknya, ia tetap berhasil menyelesaikan sekolah, dan kini tengah mengenyam bangku perguruan tinggi, dengan jurusan manajemen.
Namun hidup Chen berubah setelah sebuah koran lokal memberitakan kisahnya di tahun 2013. Kisah Chen ternyata menarik perhatian banyak orang. Tak berapa lama, gadis asal Xiamen, provinsi Fujian, Tiongkok ini diterbangkan ke Hualien Tzu Chi Hospital, Taiwan berkat bantuan dari Xiamen Charity Federation bekerjasama dengan Tzu Chi Foundation.
Setelah melihat kondisi Chen, presiden Hualien Tzu Chi Hospital, Chen Yinghe mengungkapkan penyakit ini hanya dilaporkan terjadi pada dua orang saja di penjuru dunia. "Teknisnya, kami tak dapat memprediksi apakah operasi perbaikan tulang 160 derajat akan menyelamatkannya tanpa merusak jaringan saraf dan pembuluh darahnya," ungkapnya.
Ia juga mewanti-wanti bilamana proses penyembuhan luka akan memakan waktu lama atau bahkan gagal karena Chen belum pernah sekalipun menggunakan kakinya sejak lahir. Untuk itu tim medis harus melakukan persiapan selama berbulan-bulan.
Dan dimulai pada 12 Maret 2014, Chen menjalani tujuh operasi perbaikan tulang hingga akhirnya ia bisa berdiri. Ketujuh operasi tersebut juga berhasil menambah tinggi Chen, dari yang awalnya 93 cm menjadi 122 cm.
Chen kini sudah bisa berjalan dengan kedua kakinya, kendati masih harus diterapi untuk membiasakan diri. "Sebab rasanya sangat sakit saat pertama kali dipakai berjalan, tapi saya tak mau menyerah. Saya harus banyak berlatih," tekad Chen seperti dikutip dari Asia One, Senin (9/3/2015).
Tim dokter memprediksi kondisi Chen akan membaik setelah rehabilitasi selama satu tahun. "Kalau semuanya berjalan lancar, Chen akan mendapatkan operasi pemanjangan kaki setelahnya," ungkap salah satu tim dokter yang terlibat dalam operasi Chen.
Baca juga: Lumpuh Setelah Digigit Nyamuk Saat Liburan, Gadis Ini Ternyata
(lil/vta)











































