Kuning Saat Lahir Dikira Kurang Dijemur, Meghan Ternyata Kena Atresia Bilier

True Story

Kuning Saat Lahir Dikira Kurang Dijemur, Meghan Ternyata Kena Atresia Bilier

- detikHealth
Senin, 13 Apr 2015 11:41 WIB
Kuning Saat Lahir Dikira Kurang Dijemur, Meghan Ternyata Kena Atresia Bilier
Jakarta - Kuning di badan bayi yang baru lahir umumnya akan menghilang setelah beberapa hari. Namun tidak demikian dengan Meghan Ramadhania Nasaru. Orang tuanya menyangka badan bayinya yang kuning akibat kurang dijemur atau karena kurang air susu ibu (ASI). Tak juga menghilang, ternyata kuning di badan Meghan merupakan pertanda bayi itu terkena atresia bilier.

Menurut ayahanda Meghan, Hendra, kuning di badan dan mata bayinya baru terlihat di usia 2 bulan. Bayi yang lahir di Gorontalo pada 11 Juli 2014 itu lantas dijemur dan diperbanyak asupan ASInya. Hingga suatu kali saat akan diimunisasi di puskesmas, petugas menolaknya dengan alasan kemungkinan Meghan mengidap penyakit langka. Akhirnya Megan dirujuk ke dokter spesialis anak. Hasil uji lab menunculkan dugaan Meghan terkena atresia bilier.

Melalui internet, Hendra mencari tahu apa itu atresia bilier. Menurut artikel yang dia baca, atresia bilier merupakan kondisi di mana saluran empedu tidak terbentuk atau tidak berkembang secara normal, sehingga kemudian mengakibatkan gangguan pada fungsi hati. Menurut Hendra, dari USG yang dilakukan sebanyak 5-6 kali, kantung empedu Meghan tidak terlihat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sempat dirujuk ke RS Aloei Saboe di Gorontalo dan mendapat pemeriksaan selama seminggu, Meghan kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta saat usianya menginjak 4 bulan. "Jadi prosedurnya untuk kasus yang seperti ini seharusnya di umur dua bulan megan udah bisa diupayain operasi kasai(operasi yang dilakukan pada pasien atresia bilier). Jadi prosedur kasainya sudah terlambat. Karena terlambat untuk tindakan operasi kasai, langkah medis satu-satunya yaitu cangkok/transplantasi hati," papar Hendra saat ditemui detikHealth dan ditulis pada Senin (13/4/2015).

Baca juga: Sama-sama Terkait Hati, Tapi Ini Beda Allegile Syndrome dan Atresia Billier

Bagi keluarga Meghan atresia bilier adalah penyakit 'baru', pun dengan metode cangkok hati. Maka itu mereka pun berusaha mendapatkan sebanyak mungkin informasi terkait penyakit tersebut. Berdasar informasi yang didapat dari dokter, cangkok hati masih cukup jarang, di mana perbandingannya 1:10.000. Selain itu, ternyata cangkok hati lebih berisiko pada pasien ketimbang si donor.

"Menurut dokter, pada si donor biasanya hanya dalam waktu dua bulan hati yang disumbangkan untuk pasien bisa kembali (beregenerasi)," tutur Hendra.

Risiko besar ditanggung oleh pasien karena si pasien menerima jaringan organ dari orang lain. Dikhawatirkan tubuh Meghan akan menolak organ baru tersebut.

Untuk Meghan, yang bertindak sebagai donor adalah ayahnya sendiri. Mereka berbagi hati melalui operasi yang digelar 11 April 2015 lalu. Saat operasi dilakukan, usia Meghan sudah 9 bulan.

Untuk keperluan operasi, dalam dua hari ini Megan diambil darahnya sebanyak 5-6 kali untuk dicek di laboratorium. Hal ini dilakukan dalam upaya melihat seberapa jauh progres sistem tubuh Meghan. Kepada Hendra, dokter menginfokan operasi akan digelar 12 jam untuk donor. Sedangkan untuk Meghan, operasi berlangsung 14-15 jam. Dokter yang akan melakukan transplantasi hati ini tak cuma dari RSCM, tapi juga melibatkan dokter asal Jepang.

Baca juga: Makin Banyak Info Tentang Atresia Bilier, Ortu Diharap Lebih Aware

"Saya sempat dimarahi dokter soalnya Meghan ketahuan pilek, padahal sudah diwanti-wanti kalau Meghan dan papanya nggak boleh sakit. Ya namanya juga bolak-balik mess Gorontalo di Thamrin terus ke RS waktu itu naik bajaj jadi mungkin kena debu. Jadinya Meghan pilek," terang Hendra.

Selama ini Meghan menjalani rawat jalan. Akan tetapi jika kondisi Meghan menurun, maka harus dilakukan rawat inap. "Jadi Meghan nggak boleh sakit sama sekali, takutnya itu berpengaruh sama tubuhnya dia dan perencanaan untuk operasi bisa mundur kalau Meghan sakit," imbuh Hendra.

Soal biaya operasi cangkok hati, diperkirakan Rp 800 juta sampai Rp 1,5 miliar. "Waktu masih di Gorontalo, saya pede dengan membawa sekitar Rp 18 juta, eh taunya pengobatan untuk Meghan di Jakarta mencapai Rp 1,5 miliar," ucap Hendra.

Tak cuma itu, biaya pengobatan untuk sehari saja bisa menghabiskan Rp 1 juta yang digunakan untuk biaya obat, cek kesehatan, pengambilan darah, dan keperluan lainnya. Meghan juga harus minum susu khusus yang harganya bagi Hendra cukup mahal, sekitar Rp 200-300 ribu. Setiap 2-3 hari, susu untuk Meghan harus dibeli.

Kendati tengah berjuang melawan atresia bilier, Meghan masih terlihat aktif, lucu, dan menggemaskan. Hendra terkenang saat Meghan menangis memberontak saat dokter hendak memberi obat bius. Alhasil dokter pun kaget dan kebingungan. Melihat Meghan yang bersemangat, orang tuanya pun ikut semangat.

"Meghan itu anaknya aktif jadi suka lucu lihatnya. Kalau dia rewel atau lagi nangis, saya suka muterin lagu Goyang Dumang-nya Cita Citata, seketika Meghan langsung diam dan ikut mengangguk-anggukkan kepala. Kalau dia mau minum susu, dia pegang-pegang kepalanya dan goyang-goyang kakinya," papar Hendra.

Jika Anda berniat membantu biaya pengobatan Meghan, bisa menyalurkan bantuan melalui rekening BCA: 797-515-8403 atas nama Ratna Hulu, atau rekening BRI: 5132-0101-6976538 atas nama Ratna Hulu.

Atau bisa juga melalui Yayasan Portal Infaq:
Bank BCA Cab. Arteri Pondok Indah No Rek. 291-307-0003 a/n Yayasan Portalinfaq
Bank Syariah Mandiri Cab. Warung Buncit No. Rek. 700-033-1532 a/n Yayasan Portalinfaq
Bank Mandiri Cab. Kuningan No Rek. 124-000-107-9798 a/n Yayasan Portalinfaq
Bagi Anda yang sudah donasi untuk Meghan diharapkan untuk melakukan konfirmasi dengan menghubungi nomor 021-72786073 atau via SMS ke Slamet (081213400864) atau pin BBM 2AD70DFE, dan bisa juga melalui e-mail: slamet@portalinfaq.org (Nurvita Indarini/Nurvita Indarini)

Berita Terkait