Ya, pria asal Yorkshire, Inggris ini terlahir dalam kondisi prematur dan dengan gangguan pendengaran. Akibatnya, kedua telinganya tak bisa mendengar sejak ia masih kecil. Meskipun demikian, ia tetap menyukai musik dan menunjukkan bakatnya.
"Saya suka musik tapi sering dianggap tak mampu mempelajarinya, sehingga saya tak bisa sekolah musik. Gangguan pendengaran dan rentang frekuensi yang terbatas tidak membuat saya berhenti mencintai musik," tutur Thompson, seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (15/5/2015).
Baca juga: Mengharukan, Ketika Bayi dengan Gangguan Pendengaran Dengar Suara Ibunya
Saraf di kedua telinga Thompson diketahui rusak sejak lahir, oleh sebab itu ia berjuang untuk bisa 'mendengar' volume yang khas dan frekuensi tinggi musik tanpa alat bantu.
Di usia 11 tahun ia mulai mempelajari gitar dan menunjukkan bakat alaminya. Beranjak remaja, ia juga berhasil tergabung dalam grup band sekolahnya. Berjuang keras tetap berada di jalur musik meskipun kerap disepelekan, ia kini justru berhasil menjadi guru musik di St Bonaventure's School, Newham, East London.
"Saya dulu sering dianggap tak bisa bermusik, padahal musik seharusnya bisa dinikmati siapa saja. Menjadi guru, saya ingin meluruskan hal ini. Saya percaya musik tidak dibatasi, termasuk bagi mereka yang memiliki keterbatasan seperti saya," imbuh Thompson, seperti dikutip dari SWNS.
Baca juga: Tinggal Ditempelkan ke Lidah, Tuna Rungu Jadi Bisa Mendengar
(Ajeng Anastasia Kinanti/AN Uyung Pramudiarja)











































