Idap Bulimia, Bobot Katie Sempat Hanya 24 Kg dan Alami Gagal Jantung

True Story

Idap Bulimia, Bobot Katie Sempat Hanya 24 Kg dan Alami Gagal Jantung

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Rabu, 03 Jun 2015 15:32 WIB
Idap Bulimia, Bobot Katie Sempat Hanya 24 Kg dan Alami Gagal Jantung
Staffordshire - Saat berusia 16 tahun, Katie Oliver (28) sempat berjuang melawan anoreksia yang kemudian berubah menjadi bulimia. Hingga akhirnya bobot Katie hanya 24 kg. Saat itulah, Katie mengalami gagal jantung dan seluruh organnya perlahan mengalami penurunan fungsi satu per satu.

Tak ingin meninggal di usia muda, mau tak mau Katie pun berusaha melawan bulimianya ketika dia berusia 18 tahun. Beruntung, sejak saat itu, dengan bantuan ahli gizi dan psikolog, Katie mulai bisa bersahabat dengan makanan hingga kini ia berusia 28 tahun.

"Di usia 12 tahun, orang tua saya bercerai. Beberapa tahun kemudian ibu menikah lagi dan kami pindah ke Kentucky. Di situlah saya merasa frustasi karena merasa seorang diri. Belum lagi bullying yang kerap saya terima di sekolah terkait dengan kondisi fisik saya," kisah Katie, dikutip dari Daily Mail, Rabu (3/6/2015).

Sebenarnya, Katie sudah sering diejek oleh teman-teman di sekolahnya soal tubuhnya yang dianggap gemuk sejak berusia 7 tahun. Setiap memakai celana pendek, dikatakan paha Katie amat besar. Belum lagi jika menggunakan kaos, cemoohan bahwa perut Katie dipenuhi dengan lemak juga sering ia dapatkan dari teman-temannya. Hingga saat Katie berusia 15 tahun, ia memutuskan untuk berdiet.

Baca juga: Anoreksia & Bulimia Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes Tipe 1

Setiap ada kesempatan, Katie akan membeli pil diet dan melewatkan jam makan. Bobotnya menurun drastis dari 60 kg menjadi 24 kg. Saat itulah tanpa disadari kebiasaan diet Katie sudah berubah menjadi anoreksia yang kemudian berlanjut menjadi bulimia. Melihat keadaan putrinya yang sangat kurus, sang ibu mencoba membawa Katie ke klinik kesehatan mental namun tidak berhasil, Katie masih tetap anti terhadap makanan.

"Hanya minum satu gelas air putih saja sudah membuat saya sakit. Karena lapisan perut saya sangat tipis, tidak ada nutrisi yang masuk, saya berulang kali pingsan di sekolah. Saya juga sering mengalami masalah dengan lambung. Dokter sempat memperingatkan saya akan meninggal jika tak segera mengubah kebiasaan saya, tapi kala itu saya tidak peduli," tutur Katie.

Menginjak usia 18 tahun, Katie tiba-tiba pingsan di sekolah dan segera dibawa ke RS. Dokter mengatakan bahwa Katie mengalami gagal jantung. Fungsi beberapa organ tubuhnya juga mulai menurun. Mengetahui keadaan putrinya seperti itu, sontak ibu Katie pun menangis. Saat itulah, Katie bertekad untuk mengatasi gangguan makannya.

"Saya mendengar ibu menyalahkan dirinya karena dia tidak bisa lagi memeluk bayinya yang dulu karena tubuh saya saat itu tinggal tulang. Saya sangat merasa bersalah pada ibu. Akhirnya dengan bantuan ahli gizi, saya perlahan mulai bisa makan setelah sebelumnya ibu mengajak saya pindah ke Stafforsdshire," kata Katie.

Kini, di Staffordshire Katie berniat mendirikan komunitas untuk membantu orang-orang yang mengalami gangguan makan. Katie mengatakan ia tak ingin orang lain mengalami apa yang ia rasakan yakni ketika mengalami gangguan makan, kondisi itu akan disimpan sendiri hingga tidak ada upaya untuk mencari bantuan. "Saya hanya ingin supaya orang dengan anoreksia atau bulimia bisa mendapatkan pertolongan sedini mungkin sebelum hal fatal terjadi pada mereka," ujar Katie.

Baca juga: Laki-laki Juga Bisa Kena Gangguan Makan Anoreksia



(rdn/up)

Berita Terkait