Koma Tujuh Tahun Setelah Kecelakaan Motor, Pria Ini Akan Jalani Euthanasia

True Story

Koma Tujuh Tahun Setelah Kecelakaan Motor, Pria Ini Akan Jalani Euthanasia

Nita Sari - detikHealth
Senin, 08 Jun 2015 13:36 WIB
Koma Tujuh Tahun Setelah Kecelakaan Motor, Pria Ini Akan Jalani Euthanasia
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Strasbourg - Vincent Lambert (39) yang telah koma selama tujuh tahun ini diputuskan untuk diakhiri hidupnya. Keputusan diberikan oleh pengadilan berdasarkan pertimbangan dari dokter dan beberapa pihak keluarga Vincent.

Setelah mengalami kecelakaan sepeda motor, Vincent mengalami tetraplegic atau kelumpuhan pada tubuhnya. Ia lalu mengalami koma dan bertahan hidup dari infus yang memberi makan dan minum bagi tubuhnya. Dokter mengatakan bahwa Vincent menunjukkan tanda resistensi pengobatan pada tahun lalu dan tidak ada harapan untuk sembuh.

Atas dasar itu, beberapa pihak keluarga Vincent mengajukan untuk melakukan euthanasia atau mengakhiri hidup Vincent ke pengadilan. Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa telah mempertimbangkan keputusan di pengadilan Prancis untuk memperbolehkan penghentian 'bantuan hidup' untuk Vincent.

Baca juga:Wanita Kanker Stadium Akhir Ini Berjuang untuk Mendapatkan Hak Bunuh Diri

Hal tersebut menciptakan perdebatan yang sengit di Prancis sebab euthanasia adalah tindakan ilegal, meskipun dokter dapat menghentikan perawatan berdasarkan hukum pasif euthanasia tahun 2005. Pengadilan di Strasbourg menyatakan bahwa keputusan untuk menghentikan pemberian infus kepada Vincent tidak melanggar hukum asasi Eropa.

Rachel, istri Vincent dan beberapa saudaranya setuju dengan rekomendasi dokter bahwa hidup Vincent harus diakhiri karena tidak ada harapan penyembuhan. Rachel mengatakan bahwa suaminya tidak akan pernah mau berada di kondisi seperti ini. "Tidak ada kelegaan maupun suka cita untuk diekspresikan," ucapnya setelah keputusan diberikan, seperti yang dikutip dari BBC News pada Senin (8/6/2015).

Sementara itu, ada beberapa pihak keluarga Vincent yang sebenarnya menentang. Orang tua dan beberapa saudaranya menyatakan bahwa Vincent telah menunjukkan tanda-tanda perkembangan dan percaya Vincent hanya butuh penanganan yang lebih baik. "Kami hanya tidak ingin Vincent pergi," ucap Viviane, ibu Vincent.

"Keputusan menghentikan bantuan hidup tersebut didasari oleh pertimbangan dokter yang tidak lagi terlibat dalam penanganan Vincent. Kami akan mencari keputusan medis baru melalui pengadilan Prancis," ucap Jean Palliot, sang pengacara.

Baca juga:Tak Tahan Menua, Wanita Ini Bayar Klinik Eutanasia untuk Bunuh Diri

(ajg/ajg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads