Bobot Kirsty dari Staffordshire, Inggris, saat itu sekitar 120 kilogram (kg) dengan tinggi 140 sentimeter (cm). Sindrom Prader-Willi membuatnya selalu merasa lapar sehingga ia ingin terus makan meski kebutuhan kalori tubuhnya sudah jauh terlampaui.
Ia meninggal karena gagal jantung dengan bobotnya yang meroket naik 44 kilogram, 7 bulan setelah tinggal sendiri di rumah perawatan Victoria Mews.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemeriksaan resmi menemukan di tempat tersebut Kirsty dibiarkan untuk terus makan setelah staf mencopot gembok lemari khusus yang dimaksud untuk membatasi makannya. Terakhir diketahui Kirsty mengonsumsi coklat dan es krim sebelum meninggal.
"Sebelum Kirsty pindah tinggal di rumah perawatan, saya memiliki lemari es dan freezer di dapur dengan pintu terkunci. Lemari juga tinggi sehingga dia tak bisa meraihnya. Makanan tak selalu tersedia," ujar sang ibu, Julie Fallows (50) seperti diberitakan Telegraph dan dikutip dari berbagai sumber pada Selasa (14/7/2015).
"Kirsty kemudian memutuskan untuk hidup mandiri. Dia adalah orang dewasa dan saya tak dalam posisi untuk menghentikannya," lanjut Julie.
Julie mengaku setelah Kirsty pindah ia rutin mengunjunginya. Namun semakin hari Julie menyadari para petugas yang seharusnya mengawasi Kirsty jarang terlihat.
"Begitu Kirsty pindah dietnya jadi tak terkontrol dan gula darahnya meningkat tajam. Kondisinya menurun ketika mereka mencopot teknologi gemboknya," pungkas Julie yang hingga saat ini terus mencari saran hukum.
Baca juga: Orang-orang yang Berjuang Menahan Lapar karena Tak Pernah Merasa Kenyang (fds/vit)











































