Benda berukuran besar seperti kapal laut, pesawat terbang, bahkan awan bisa terlihat hidup ketika Amy harus menatap benda itu dalam waktu lama. Sebagai upaya menghilangkan ketakutannya, kadang Amy memaksakan diri untuk melihat gambar benda berukuran besar di laptopnya,
"Setiap malam pasangan saya, Tom sering melihat saya tertidur di depan laptop. Ini saya lakukan karena setiap melihat atau berada di dekat benda yang besar saya bisa kena serangan panik dan pingsan. Kadang kala saya juga merasa pusing, mual dan berkeringat dingin," kata Amy.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Fobia Toilet, Gadis Ini Meninggal Setelah 8 Pekan Tak Buang Air Besar
Dikutip dari berbagai sumber, Senin (27/7/2015), untuk berlindung Amy pun bersembunyi di balik pagar. Ia mengira, ketakutan yang ia alami adalah bentuk agrophobia. Namun, Amy baru menyadari bahwa apa yang dialaminya adalah megalophobia ketika ia merasa stres dan gemetar setiap kali melewati kapal di dermaga.
Selain itu, saat usianya menginjak 20 tahun, Amy yang saat itu bekerja di dekat dermaga sering pingsan ketika melihat pesawat terbang dan kapal laut yang hilir mudik. Meski demikian, Amy tetap berusaha menggunakan transportasi umum. Untuk mengurangi ketakutannya, Amy akan menutup mata dan telinganya lalu ia berjalan dengan berpegangan pada orang di depannya yang memang sengaja menemani dia.
"Ada orang di depan saya supaya ada yang menghalangi pandangan saya sehingga saya tidak takut. Bagi orang lain, mungkin cara ini terlihat aneh. Namun, saya kini sudah menganggap fobia yang saya alami merupakan bagian dari diri saya. Teman dan keluarga juga berusaha membantu saya agar saya terhindar dari benda-benda berukuran besar," kata Amy.
Baca juga: Gara-gara Fobia, Gadis Cantik Ini Takut Makanan
(rdn/vit)











































