Gejala Crohn's disease dirasakan Ralph di tahun 2005 saat ia berusia 19 tahun. Kala itu, tubuhnya yang memang langsing terlihat makin kurus dengan bobot 44 kg. Ia juga mengeluh sakit perut hebat hingga tak bisa ke mana-mana.
"Bahkan sampai di satu titik saya tidak bisa bergerak dan hanya bisa terbaring di sofa. Saya kehilangan nafsu makan, sering muntah, dan tubuh saya makin melemah," kata Ralph kepada Belfast Live seperti dikutip dari Mirror pada Rabu (12/8/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Latihan Angkat Beban Baik untuk Turunkan Berat Badan, Ini Alasannya
Kantong kolostomi pun harus digunakan pria yang kini berusia 29 tahun ini. Setelah menjalani operasi, dokter mendiagnosis Ralph arthritis dan penyakit Meniere. Ketika didiagnosis Crohn's disease, Ralph diminta untuk makan lebih banyak guna menaikkan bobotnya. Mengikuti saran dokter selama beberapa bulan, Ralph merasa dirinya menggemuk.
"Akhirnya saya dilatih saudara saya Neil untuk berolahraga. Terbukti, dengan latihan ketat dan pola makan yang diatur dengan baik, saya bisa memiliki tubuh yang bugar, kekar, dan berotot. Tapi, ketika saya merasa fisik saya mulai melemah, saya berhenti latihan sejenak dan beristirahat," kata Ralph.
Kini, dengan bobot 63 kg, Ralph bahkan tengah giat-giatnya berlatih angkat beban 180 kg. "Dengan niat yang teguh, saya yakin kita semua bisa menggapai cita-cita kita. Penyakit yang kita miliki pun bukan hambatan untuk kita meraih keinginan itu," kata Ralph.
Baca juga: Tak Boleh Angkat Beban dan Beragam Pantangan Ibu Hamil, Ini Kata Dokter
(rdn/up)











































