Dalam Ovarium Jenny, Tersimpan Kembarannya yang Tak Tumbuh Sempurna

True Story

Dalam Ovarium Jenny, Tersimpan Kembarannya yang Tak Tumbuh Sempurna

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Sabtu, 22 Agu 2015 10:11 WIB
Dalam Ovarium Jenny, Tersimpan Kembarannya yang Tak Tumbuh Sempurna
Foto: SWNS.com
Siprus - Jenny Kavanagh terpaksa pergi ke dokter setelah mengeluhkan nyeri haid yang tak tertahankan. Ia mengira itu karena implan KB yang dimilikinya selama ini.

Sekian lama tak pernah ke dokter, pada bulan Mei lalu Jenny Kavanagh tiba-tiba saja dipaksa berkonsultasi karena merasakan nyeri haid yang tak biasa. Kemudian Jenny ingat bahwa 15 tahun lalu ia pernah memakai alat kontrasepsi berupa implan. Ia mengira mungkin inilah waktunya untuk mengganti implan tersebut.

Melihat kondisi Jenny, sang dokter memutuskan memindai perutnya. Dari situ terlihat bagian kanan ovarium Jenny normal-normal saja, namun di ovarium kirinya terdapat sebuah gumpalan sepanjang 10 cm berwarna gelap.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dokter, gumpalan itu tidak tampak seperti tumor, melainkan teratoma ataupun kista saja. "Tapi ia menyarankan agar gumpalan ini dikeluarkan, sebab bila sampai gumpalan itu pecah, itu bisa saja mengancam nyawa saya," tutur Jenny.

11 hari kemudian, Jenny menjalani operasi selama tiga jam untuk mengangkat gumpalan tersebut. Operasi dilaksanakan di The Mediterranean Hospital of Cyprus. Ketika prosedur berlangsung, salah satu dokter sempat memotret gumpalan yang dikeluarkan dari ovarium Jenny.

Baca juga: Kena Kanker Ovarium Bukan Berarti Wanita Sudah Tak Mungkin untuk Hamil

Saat wanita berusia 45 tahun ini tersadar, ia pun memperlihatkan foto itu. Sang dokter juga menjelaskan bahwa gumpalan itu sebenarnya sudah ada dalam indung telur Jenny sejak ia lahir. Betapa terkejutnya Jenny karena gumpalan itu memiliki rambut berwarna gelap, persis seperti dirinya.

Tim dokter menduga itu adalah embrio dari kembaran Jenny yang tidak tumbuh sempurna dan dilahirkan. Awalnya Jenny tak percaya, akan tetapi semakin dilihat ia semakin yakin jika itu adalah sebuah embrio karena pada gumpalan itu juga terlihat wajah, satu mata dan satu gigi bungsu.

"Saat melihatnya, saya terkejut, takut sekaligus ngeri, seperti ada alien dalam tubuh saya," ungkap Jenny seperti dikutip dari NY Daily News, Sabtu (22/8/2015).

Namun tim dokter merasa telah memberikan keputusan yang tepat untuk mengangkat gumpalan tersebut, sebab ia berbentuk sel punca yang tidak berhenti tumbuh dan bisa saja pecah sewaktu-waktu.

Jenny pun merasa beruntung karena menemukan gumpalan itu sebelum ia harus meregang nyawa karenanya. "Saya tak mau berpikir macam-macam, meski sempat sedih karena dilihat dari ukurannya, ia sudah hampir menjadi bayi seutuhnya," paparnya.

Baca juga: Diagnosis Kanker Lebih Mudah Jika Wanita Terbuka Soal Kesehatan Seksual

Saat ini, Jenny dinyatakan pulih. Hanya saja wanita asal Twickenham, London selatan itu tak dapat melupakan reaksi yang diperlihatkan ibunya ketika mengetahui kisah Jenny.

Oleh Jenny, sang ibu diperlihatkan foto gumpalan yang dikeluarkan dari dalam ovariumnya. Tak disangka-sangka, sang ibu memperlihatkan kesedihan yang mendalam. "Ia melihatnya sebagai anaknya yang tak lahir, dan juga kembaran saya," pungkasnya.

(lll/up)

Berita Terkait