Mengeluh sakit perut hebat, Linsey lantas disarankan untuk menjalani scan. Ternyata ditemukan kista dalam indung telurnya, bahkan kista ini berpotensi menjadi kanker.
Tak mau ambil risiko, Linsey sepakat untuk melakukan tindakan histerektomi, atau prosedur medis untuk mengangkat ovarium berikut rahimnya. Dan pada bulan Januari tahun lalu akhirnya wanita berusia 47 tahun itu pun dinyatakan bebas dari kista.
Namun tiga bulan kemudian, Linsey lagi-lagi mengeluhkan sakit perut. Bahkan kali ini perutnya juga menggelembung dan ia mendapati dirinya jadi lebih sering ke toilet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena gejala ini, dokter lantas memintanya menjalani biopsi. Dan betapa terkejutnya Linsey saat mendapati adanya sel-sel kanker di bagian tubuh di mana ovariumnya dulu berada. Bahkan sel-sel tersebut telah menyebar hingga ke perutnya.
Tepat pada bulan Januari 2015, wanita yang tinggal di Heacham, Norfolk itu didiagnosis dengan kanker ovarium, kendati ia tak mempunyai organ tersebut.
"Ibu saya meninggal karena kanker payudara, jadi saya selalu tahu saya juga akan terkena kanker. Ketika saya ditawari untuk melakukan histerektomi saya langsung bilang iya. Seharusnya sejak dulu saya minta lapisan perut saya juga diangkat," tuturnya seperti dikutip dari Huffington Post, Senin (24/8/2015).
Pasalnya, lanjut Linsey, sel-sel kanker dari ovariumnya ada yang tertinggal dan berkembang menjadi kanker lalu menyebar. Di sisi lain, Linsey tak pernah terpikir untuk mengalami kanker ovarium karena ia memang sudah tidak memiliki organ tersebut.
Untuk mengantisipasi hal terburuk, mau tak mau perut Linsey akhirnya ikut diangkat dan saat ini ia menjalani kemoterapi.
Baca juga: Kanker Ovarium Bisa Kembali Jika Operasi Pengangkatan Tidak Sempurna
Jean Slocombe dari Cancer Research UK menerangkan bahwa sangat jarang ada wanita yang didiagnosis dengan kanker ovarium meskipun indung telurnya telah diangkat, namun ia mengakui jika ini benar-benar bisa terjadi.
Ada dua kemungkinan yang dapat menjelaskan fenomena ini. "Pertama, si pasien mungkin sudah memiliki sel kanker dalam jumlah kecil dalam ovariumnya sebelum diangkat, jadi terlalu sulit untuk dideteksi saat itu," terangnya.
Kedua, bisa jadi si pasien mengidap salah satu jenis kanker langka yang disebut dengan 'primary peritoneal cancer', yang sulit dibedakan dengan kanker ovarium. "Jadi kanker ini mengenai membran tipis yang melapisi perut, yaitu peritoneum, yang kebetulan terbuat dari tipe sel yang sama dengan lapisan di luar ovarium," paparnya.
Bila bagian ini terkena kanker, tidak menutup kemungkinan gejalanya hampir mirip dengan kanker ovarium, atau mungkin dengan mudah menyebar ke organ reproduksi tersebut.
Baca juga: Tak Punya Buah Dada, Wanita Ini Malah Divonis Kanker untuk Ketiga Kali (lll/up)










































