Tak sengaja ia menyentuh trafo yang masih menyala itu dan terkena aliran listrik sebesar 13.000 volt alias kesetrum. Aliran listrik ini berhasil menjalar hingga ke lengan kanan dan kaki kanannya. Setelah itu Hector tak sadarkan diri.
30 hari kemudian pria yang tinggal di Fort Lauderdale, Florida ini terbangun dari koma dengan luka bakar stadium 3 di tubuhnya. 40 persen tubuhnya tertutup luka ini. Lengan kanan sampai bahunya juga sudah diangkat, menyisakan separuh tangan kirinya. "Itu adalah suplai energi untuk satu kampung. Tapi saya sudah tak mengingatnya lagi," tutur Hector kepada Foxnews, Jumat (4/9/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah dua bulan, Hector diperbolehkan pulang. Namun karena lukanya belum pulih, Miller memodifikasi splint yang ada untuk menunjang sebagian lengannya yang tersisa. Ia juga memasangkan semacam pengait di splint tersebut agar Hector tetap bisa memegang pena, garpu atau sikat gigi.
"Sampai di rumah, saya merasa tidak berguna. Padahal saya ingin kembali seperti dulu, membantu istri, bekerja dan menjadi ayah bagi putri saya," tuturnya.
Enam bulan kemudian, Hector baru mendapatkan organ prostetis pertamanya. Setidaknya ia bisa membantu sang istri mengganti bola lampu atau berbelanja. Namun dengan keterbatasan fisik, Hector tetap aktif berolahraga. Pasca kecelakaan, olahraga pertama yang ia coba mainkan lagi adalah bola basket. Ia bahkan melatih tim softball putrinya selama lima tahun dan mereka memenangkan sejumlah kejuaraan di bawah asuhannya.
Perlahan tapi pasti Hector juga kembali berlatih di gym di tahun 2008. Tiba-tiba saja salah seorang temannya menawarkan agar Hector berkompetisi dalam sebuah kejuaraan triathlon. "Saya pikir ini gila, karena saya benci berlari," kenangnya.
Namun ia tertarik dengan tantangan tersebut dan mengikuti triathlon pertamanya pada bulan Juli 2009. Tak tahunya sejak saat itu Hector seperti ketagihan dan mengantongi jam terbang hingga 115 kejuaraan triathlon. Ini sudah termasuk kejuaraan Ironmans, yakni sebanyak empat kali.
Hector sendiri merupakan satu-satunya peserta dengan cacat lengan bilateral pertama yang ambil bagian dalam kejuaraan bergengsi itu. Dalam waktu dekat ia juga akan mengikuti Ironman World Championship di Kailua-Kona, Hawaii, tepatnya pada bulan Oktober mendatang.
Untuk mengikuti kejuaraan tersebut, saat ini Hector tengah disibukkan dengan latihan bersepeda sejauh 300-400 km, berenang selama tiga jam dan berlari sejauh 32 km.
Baca juga: Meski Tak Punya Lengan, Jessica Sukses Mengendarai Pesawat dengan Kakinya
Saat berlomba, Hector tidak memanfaatkan keringanan yang biasanya ditawarkan kepada atlet difabel, seperti penggunaan masker saat berenang sebab ini bisa saja membahayakan dirinya. Ketika bersepeda, ia mengendalikan stang sepeda dengan tangan kirinya, dibantu sebuah adaptor yang ia ciptakan sendiri.
Selain memperkuat kontrol Hector, adaptor ini dapat dilepaskan dengan mudah sehingga ia tidak tersangkut di sepeda ketika terjadi kondisi darurat di tengah perlombaan, seperti halnya bila ia memakai prostetik. Dengan keterbatasannya, Hector juga tak pernah bermasalah saat melakukan transisi, seperti ketika mempersiapkan sepedanya di tengah perlombaan triathlon.
"Tapi ia benar-benar menjaga kondisi lengannya yang tersisa dengan memenuhi nutrisi yang ia butuhkan dan mencegah terjadinya luka lecet atau luka terbuka lainnya," ungkap Mills.
Bila tidak sedang berlomba, tangan Hector yang tersisa dipasangi myoelectric prosthesis yang dapat dikendalikan dengan otot bahu agar ia dapat melakukan berbagai aktivitas. Namun ia juga memiliki beberapa jenis organ prostetik lain seperti untuk baseball atau basket.
Baca juga: Anak 8 Tahun Dapatkan Cangkok Tangan Dobel Pertama di Dunia
Di samping mengikuti perlombaan triathlon, Hector juga gemar bersepeda berpuluh-puluh kilometer untuk menggalang dana bagi anak-anak difabel. Di tahun 2013, ia bersepeda sejauh 5.149 km untuk menggalang dana bagi Jameson Davis, bocah berusia dua tahun yang lahir tanpa kedua lengan.
Bulan ini Hector juga berencana mengikuti Nautica Malibu Triathlon. Bukan karena triathlonnya, namun karena seluruh keuntungan yang diperoleh dari kejuaraan ini akan disumbangkan untuk Children's Hospital Los Angeles Pediatric Cancer Research Program.
(lll/up)











































