Wanita berumur 37 tahun yang namanya dirahasiakan tersebut didiagnosa mempunyai Channelopathy-associated Insensitivity to Pain (CIP). Kondisi ini membuat seseorang tak bisa merasakan sakit karena ada kelainan genetik yang berpengaruh pada batas toleransi sakit saraf.
Dalam laporan di jurnal F1000 sang wanita sejak kecil banyak alami cedera kornea, lidah, tulang patah, dan terbakar. Semua cedera tersebut dilalui tanpa dirasa sakit sampai akhirnya ia melahirkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Mengenal Teknik Bius Epidural yang Digunakan Saat Persalinan
Dua bulan setelahnya lagi atau empat bulan setelah melahirkan, ada sensasi asing bagi sang wanita mulai muncul. Ia menggambarkan sensasi tersebut seperti sengatan listrik terasa pada kakinya ketika berjalan.
"Sejak kejadian cedera itu, pasien kami mulai berusaha berbagai cara untuk mendeskripsikan sensasi rasa sakit dengan kata yang paling ia kenal," kata tim dokter seperti dikutip dari F1000 pada Rabu (9/9/2015).
Dokter menulis gejala yang muncul konsisten dengan kondisi sakit neuropati. Hal ini bisa dipicu bila ada cedera yang merusak atau mengganggu saraf-saraf sehingga rasa sakit kerap muncul.
Meski demikian pemberian obat sepertinya tak membawa dampak apa-apa terhadap gejala sang wanita. Enam tahun setelah melahirkan rasa sakit yang tak nyaman tersebut masih terus dirasakan.
"Perawatan lebih lanjut difokuskan pada fisioterapi dan tindakan konservatif seperti bagaimana mengatur kecepatan langkah kaki dan manajemen aktivitas," pungkas dokter.
Baca juga: Senam Hamil Bisa Bikin Melahirkan Tak Terlalu Nyeri? Ini Kata Dokter (fds/vit)










































