Sejak duduk di bangku universitas, si pria mengaku mulai sulit membuang barang-barang yang sudah tidak berguna. Sebab, pria yang tak disebutkan namanya ini yakin jika suatu saat nanti barang-barang tersebut akan berguna. Hingga ini ia menjadi pengangguran, si pria justru memotret banyak foto yang diambilnya menggunakan kamera digital.
Apa yang terjadi pada pria tersebut dilaporkan dalam jurnal BMJ Case Reports. Di jurnal tersebut, kasus si pria membuat profesional medis memperkenalkan digital hoarding sebagai salah satu bentuk hoarding disorder. Hoarding disorder merupakan gangguan di mana seseorang tidak mampu membuang barang-barang yang nyatanya tidak berguna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Kalau Alami Stres Seperti Ini, Dianjurkan untuk Konsultasi ke Ahli
Sebelumnya, pria yang belakangan diketahui tidak menikah dan memiliki anak ini dirujuk ke klinik psikiatri di Academic Medical Center, Amsterdam. Si pria didiagnosis mengalami kombinasi autism spectrum disorder (ASD) dan attention deficit disorder (ADD). Di tahun 1994, si pria juga pernah didiagnosis depresi hingga ia harus mengonsumsi antidepresan.
Saat berkuliah, kebiasaan menimbun barang tak berguna pun mulai dialami si pria. Bahkan, saking banyaknya barang bekas di apartemennya, si pria sampai enggan mengundang teman-temannya berkunjung. Kini, ditambah dengan banyaknya foto yang disimpan di delapan hard disk eksternal yang pada kenyataannya tidak pernah dilihat bahkan digunakan olehnya.
"Digital hoarding bisa memicu rasa frustasi bahkan depresi karena si pengidap tidak bisa mengorganisir barang-barangnya. Kondisi ini juga mengganggu kegiatan harian seperti tidak mau bersosialisasi, membersihkan rumah, bahkan mengganggu pola tidur, seperti yang terjadi pada pria ini," tulis para dokter.
Saat ini, si pria diketahui tengah menjalani Cognitive Behavioural Therapy (CBT) dan mulai mampu membereskan kekacauan yang ada di rumahnya. Tim dokter melaporkan pengobatan memang berlangsung perlahan sampai si pria bisa mengontrol dirinya untuk membuang sesuatu yang tak perlu. Sebagai langkah awal, diharapkan si pria nantinya bisa menghapus foto dengan kualitas buruk terlebih dulu hingga kemudian dia bisa benar-benar memfilter mana foto yang penting dan yang tidak.
Baca juga: Idap OCD, Pria Ini Harus Potong Semua Makanan dengan Ukuran Sama Persis (rdn/up)










































