Selasa, 17 Nov 2015 20:02 WIB

True Story

Transplantasi Kembalikan Wajah Patrick yang Nyaris 'Rata' Akibat Luka Bakar

Nurvita Indarini - detikHealth
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
New York - Pemadam kebakaran adalah salah satu pekerjaan dengan risiko tinggi. Seperti yang dialami Patrick Hardison, dalam tugasnya mencari korban kebakaran dan menyelamatkannya, dia justru menjadi korban luka bakar.

Saat berada di rumah yang terbakar, tiba-tiba atap runtuh. Nahas, topeng pemadam kebakaran yang dikenakan Patrick rusak sehingga wajahnya mengalami luka bakar sangat parah. Beruntung nyawa Patrick bisa diselamatkan setelah dirinya menahan napas dan melompat dari jendela.

Luka bakar parah itu membuat pria asal 41 tahun asal Mississippi itu tak lagi sama seperti dulu. Seluruh wajah, leher, dan tubuh bagian atas mengalami luka bakar parah. Patrick pun kehilangan kelopak mata, telinga, bibir, sebagian hidung, rambut, dan bahkan alis. Wajahnya sepintas nyaris rata.

Akhirnya Patrick menjalani operasi rekonstruksi wajah di New York University Medical Center Langone. Menurut rumah sakit itu, operasi tersebut merupakan operasi transplantasi wajah paling luas dalam sejarah. Untuk diketahui, Patrick mendapat 'wajah baru' yang didonorkan pria 26 tahun, David Rodebaugh.

Kondisi wajah Patrick sebelum dan sesudah transplantasi (Foto: NYU Langone Medical Center)

David Rodebaugh meninggal dalam kecelakaan saat sedang bersepeda. Hati, ginjal, mata dan tulang milik David telah disumbangkan kepada orang lain yang membutuhkan. Khusus untuk 'memindahkan' wajah David, diperlukan 12 jam di ruang operasi.

Baca juga: Wajah Berantakan karena Tumor, Wanita Ini Akhirnya Dapat Transplantasi

Sebelumnya, Patrick telah menjalani 70 operasi. Untuk transplantasi wajah kali ini, lebih dari 150 orang yang terlibat. Demikian dikutip dari CNN dan ditulis pada Selasa (17/11/2015).

dr Eduardo Rodriguez yang memimpin operasi transplantasi mengatakan tim telah memberi Patrick beberapa bagian wajah baru yang antara lain terdiri dari kulit kepala, telinga dan saluran telinga, tulang dagu, pipi dan hidung.

Jika semula Patrick tidak bisa menutup mata sepenuhnya, kini dengan kelopak mata baru beserta otot-ototnya maka dia bisa berkedip. Operasi tersebut menghabiskan dana Rp 11-13 miliar yang ditanggung New York University.

Menurut dr Rodriguez, tiga bulan setelah operasi hasilnya terlihat sangat baik. Dalam waktu enam bulan, seharusnya Patrick sudah bisa berbicara dengan normal.

Sejak tahun 1985, 28 transplantasi wajah dilakukan di seluruh dunia. Dari puluhan operasi itu, hanya terjadi tiga kasus kematian.

Baca juga: Terharu! Pria Ini Bertemu Keluarga Donor 'Wajah Barunya' (vit/lll)
News Feed