Dokter memperkirakan ekspektasi hidup David hanya empat atau enam minggu bila tanpa pengobatan. Namun pihak keluarga yang kasihan melihat David memutuskan untuk membawanya pulang dan memilih agar bocah delapan tahun tersebut menghabiskan waktu-waktu berharganya seperti anak biasa.
"Kami memutuskan sudah saatnya kami memberi David masa kanak-kanak. Bila ujungnya sama saja, bila dia akan terus mendapatkan kanker, kalau dia tak bisa menang, kami memutuskan untuk memberikan dia segalanya saat ini juga," kata sang ibu, Amber Spisak, seperti dikutip dari ABC News pada Sabtu (21/11/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu apa yang diinginkan oleh David? Secara mengejutkan ia tak menginginkan hal yang muluk melainkan hanya ingin bertemu dengan seorang teman perempuan di sekolahnya bernama Ayla.
Keluarga sebetulnya tahu bahwa David menyimpan perasaan untuk Ayla namun tak terlalu mereka perhatikan. Setelah David sering dirawat dan lama tak masuk sekolah, Ayla sering mengirim surat lengkap dengan nomor ponselnya. Teman-teman sekolah lain juga mengirim surat pada David.
Dengan bantuan oleh orang tua Ayla, keluarga David bisa menyiapkan waktu untuk anak-anak mereka menghabiskan waktu bersama. David di atas kursi roda bertemu dengan Ayla ditempat boling sambil membawa boneka beruang dan seikat bunga.
Seharian Ayla menemani dan membantu David bermain bowling. Pada satu titik David bersemangat untuk berdiri dari kursi rodanya, berjalan, dan melempar bola boling.
"David sangat bertekad, benar-benar mendorong diri untuk Ayla. Ketika kami menyadari bahwa ini bukan cinta-cintaan biasa, ketika kami bisa merasakan ada hubungan asli, kami bahagia Ayla datang di hidup David dan David juga datang di hidup Ayla," kata Amber.
"Kami tak menyangka dia bisa merasakan pengalaman ini mengingat waktunya yang terbatas," pungkasnya.
Baca juga: Kena Kanker, Lina Nurfarida Harus Kehilangan Ovarium Saat Kelas 6 SD (fds/vit)











































