Tak Terasa Bocah Ini Enam Tahun Hidup dengan Tumor Otak

Tak Terasa Bocah Ini Enam Tahun Hidup dengan Tumor Otak

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Kamis, 03 Des 2015 06:58 WIB
Tak Terasa Bocah Ini Enam Tahun Hidup dengan Tumor Otak
Foto: ilustrasi saraf otak
Bedworth, Inggris - Allana Prosser mengaku pertama kali merasakan sakit kepala hebat saat usianya baru 11 tahun atau tepatnya enam tahun lalu. Selama itu pula Allana bolak-balik ke rumah sakit dan diberi beragam diagnosis serta pengobatan yang justru tidak membantunya sama sekali.

Satu-satunya gejala yang menonjol selain sakit kepala yang buruk adalah kadangkala Allana tak dapat membuka mata kanannya.

Namun setelah sekian lama, penyebabnya baru ketahuan pertengahan tahun ini. "Dokter akhirnya merujuk saya ke sebuah rumah sakit mata. Hanya dalam 10 menit, saya beralih dari CT scan menjadi MRI scan," kata Allana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Tahi Lalat yang Tumbuh di Bola Mata Juga Punya Kemungkinan Membesar 

Saat itulah ia tahu bahwa pemicu sakit kepalanya selama ini merupakan sebuah tumor otak yang disebut 'craniopharynigioma'. Di samping padat, tumor ini juga ditempeli kista yang besar.

Rupanya tumor itu telah menekan saraf optik Allana. Itulah sebabnya remaja berusia 17 tahun tersebut beberapa kali tak dapat membuka mata kanannya.

Satu hari setelah didiagnosis, Allana langsung dibawa ke meja operasi. Dalam operasi pertamanya itu, tim dokter akan mengeluarkan cairan yang ada di otak Allana. Operasi kedua dilanjutkan pada tanggal 28 Mei lalu, di mana mereka berupaya mengangkat sebanyak mungkin tumor tanpa menyebabkan kerusakan pada organ Allana yang lain.

"Sebelum operasi itu, tumor di otaknya berdiameter 15 cm, tetapi kemudian tinggal 4 cm saja," ungkap Allana seperti dikutip dari Mirror, Kamis (3/11/2015).

Ia sempat diberitahu dengan adanya sisa tumor itu, mata kanan Allana mungkin takkan bisa terbuka lagi. Tetapi remaja pemberani itu justru menganggap hal ini sebagai tantangan yang harus dilaluinya.

Remaja asal Bedworth, Inggris itu kemudian malah berupaya melatih pergerakan bola matanya dengan cara menyelotip kelopak matanya. Tak disangka dengan latihan sederhana itu, otot matanya dapat kembali bekerja lagi, walaupun tak sepenuhnya bisa terbuka.

Beruntung seluruh biaya pengobatan Allana telah ditanggung pemerintah, termasuk biaya untuk terapi proton yang sedianya akan dilakukan di Amerika mulai bulan Januari tahun depan. Terapi ini diklaim tidak akan benar-benar menghilangkan tumor dari tubuh Allana tetapi setidaknya remaja berambut panjang itu bisa hidup normal kembali.

Kini ia sedang menggalang dana lewat situs GoFundMe untuk mendapatkan biaya hidup selama tiga bulan berobat di Amerika.

Baca juga: Juling Biasanya Tak Bahaya, Tapi Kadang Jadi Pertanda Tumor Mata  (lll/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads