Dengan populasi hanya 586 orang kota Karumba tak punya banyak pilihan, Jones adalah satu dari dua orang paramedis yang bertugas di tempat terpencil tersebut. Perjalanan ke rumah sakit terdekat bisa memakan waktu berjam-jam dan di sana sekalipun dokter umumnya tak praktik tetap.
Tapi meski demikian banyak orang mengandalkan Jones. Di sebuah komunitas di mana menangkap ikan jadi mata pencarian yang paling penting, kecelakaan-kecelakaan sering terjadi terutama saat menyiangi ikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Banjir Simpati untuk Bidan Anik yang Meninggal Saat Bertugas di Pedalaman
Selain melayani orang-orang terluka, Jones juga dikenal sebagai 'dokter' hewan yang handal. Perjalanan menuju dokter hewan terdekat memakan waktu sampai 8 jam sehingga Jones secara tak langsung dituntut juga bisa rawat luka-luka hewan.
"Pada saat bulan-bulan pertama saya di sini, saya sedang bermain basket bersama anak-anak dan ada orang menghampiri bertanya 'Anda paramedis?' kenang Jones.
"Ketika saya jawab iya dia berkata 'bagus karena saya baru saja menabrak anjing saya'. Itu awal mula saya layani hewan juga," lanjut Jones menambahkan kini ia sedang merawat elang yang sayapnya patah.
Apa yang dilakukan Jones mungkin tak sesuai dengan standar profesional. Namun demikian semangatnya mengabdi untuk komunitas tempatnya adalah sesuatu yang bisa dicontoh oleh semua orang.
Baca juga: Dalam Pelantikan IDI, Menkes Harap Dokter Muda Mau Tugas di Daerah Terpencil (fds/vit)











































