Studi: Sakit Jantung Pada Survivor Kanker Sering Kali Lebih Membahayakan

Studi: Sakit Jantung Pada Survivor Kanker Sering Kali Lebih Membahayakan

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Jumat, 05 Feb 2016 13:03 WIB
Studi: Sakit Jantung Pada Survivor Kanker Sering Kali Lebih Membahayakan
Foto: thinkstock
Jakarta - Gejala penyakit jantung dan kardiovaskular sering terabaikan pada mereka yang sakit kanker. Akibatnya bisa menyumbang peningkatan kasus kematian akibat jantung. Bahkan sebuah studi menyebut memperburuk angka harapan hidup untuk 5 tahun ke depan.

Dr Saro Armenian dari City of Hope Comprehensive Cancer Center di Duarte, California, melakukan penelitian kepada 110.000 pasien kanker. 36.000 Di antaranya memiliki gejala penyakit jantung dan kardiovaskular.

Hasil penelitian menyebut hanya 60 persen survivor kanker yang memiliki penyakit jantung masih bertahan hidup setelah delapan tahun. Jauh lebih sedikit dibandingkan survivor kanker yang tidak memiliki penyakit jantung, dengan persentase sekitar 81 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Orang Bertubuh Tinggi Minim Risiko Sakit Jantung, Tapi Lebih Berisiko Kanker

"Penelitian kami membuktikan bahwa angka kematian bisa meningkat pada survivor kanker apapun, termasuk paru-paru, ovarium, tulang dan hati, jika memiliki penyakit jantung. Harus ada strategi penanganan bersama antara penyakit jantung dan kanker untuk mengurangi angka kematian," tutur Armenian, dikutip dari Reuters, Jumat (5/2/2015).

Armenian mengatakan perubahan gaya hidup menjadi faktor mengapa survivor kanker berisiko tinggi mengidap penyakit jantung. Hipertensi, diabetes dan manajemen perilaku luput dijadikan prioritas karena pengobatan fokus pada kanker dan tumor.

"Padahal faktor-faktor ini penting untuk menjamin angka harapan hidup pasien kanker di masa depan, dengan mengurangi risiko penyakit jantung," ungkap Armenian lagi.

Dr Daniel Lenihan, pakar kardiovaskular dari Vanderbilt University di Nashville, Tennessee mengatakan penyakit kardiovaskular merupakan 'blind spot' bagi pasien kanker dewasa. Bisa jadi karena terlalu terfokus pada kanker, pasien lupa dengan kondisi kardiovaskularnya yang tidak baik.

"Mungkin saja tertutupi karena ketika mendengar kata kanker, orang akan memberikan perhatian kepada tumornya. Sementara gangguan kesehatan lain seperti kardiovaskular terlupakan dan bisa menyusup di kemudian hari," tuturnya. (mrs/vit)

Berita Terkait