Sang ibu, Katie, menuliskan dalam blognya, 'Twelve and Six', bahwa Charlie tetap merupakan anugerah yang terindah baginya meskipun memiliki tanda lahir tersebut. Sayangnya, tak semua orang berpendapat sama dengannya.
Saat jalan bersama, Charlie kerap mendapatkan cibiran dari orang-orang yang melihatnya. Tak sedikit pula yang menyayangkan mengapa bayi mungil tersebut terlahir dengan kondisi demikian, padahal ia tampak cantik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Katie sempat khawatir cibiran ini kelak akan berlanjut hingga Charlie tumbuh besar, terutama dari teman-teman sekolahnya nanti. Oleh sebab itu, ia ingin menanamkan pada anak keduanya tersebut bahwa tanda lahir sebesar dua inci tersebut sama sekali tak menghilangkan kecantikannya, justru ia tampak unik.
"Mungkin tanda ini tidak akan pernah bisa hilang. Tapi saya bertekad akan membesarkannya menjadi anak yang percaya diri. Yang terpenting adalah ia tidak sakit, tanda lahir tersebut tak mengganggu kesehatannya," tutur Katie.
Menurut dokter, tanda lahir tersebut muncul akibat adanya hemangioma kapiler. Belum diketahui penyebab pasti dari hemangioma, maupun cara untuk mencegahnya. Hemangioma merupakan penumpukan pembuluh darah di kulit atau organ internal. Pada kasus Charlie, dokter akan memantau jika kemungkinan kelak mengganggu penglihatan atau pernapasan.
"Saya telah menerima banyak dukungan dari orang tua lain yang anaknya juga didiagnosis memiliki hemangioma. Saya ingin orang-orang tahu bahwa tidak ada alasan untuk mencibir seseorang akibat kondisi ini. Hemangioma bisa terjadi pada siapa saja," terang Charlie.
Baca juga: Akibat Hemangioma, Bibir Bawah Balita Ini Membengkak dan 'Merosot'
(ajg/vit)











































