ADVERTISEMENT

Minggu, 10 Apr 2016 08:42 WIB

True Story

Dan Nevins, Veteran Perang yang Jadi Guru Yoga Usai Kehilangan Kaki

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Today
Florida - Pada bulan November 2014, Dan Nevins (43) kehilangan kaki kirinya setelah terluka akibat serangan bom saat bertugas di Irak. Sejak saat itu pula hidup Nevins terasa lebih sulit. Belum lagi ia harus menjalani operasi sampai 36 kali.

Nevins mengisahkan, pasca terjadi serangan, dirinya tergeletak tak berdaya di jalanan dengan telinga berdenging, kepala pusing, pandangan kabur, dan darah yang bercucuran di kakinya. Beberapa hari setelahnya, Nevins dibawa ke Landstuhl Regional Medical Center di Jerman dan saat itulah dokter terpaksa harus mengamputasi kaki kirinya.

"Saya bukan lagi seorang tentara. Saya sudah kehilangan bagian penting dari hidup saya. Setelah itu, saya dipindahkan ke Walter Reed Army Medical Center di Washington dan dua minggu kemudian oleh anggota Wounded Warrior Project saya diajak untuk melakukan aktivitas agar saya tak larut dalam kesedihan," tutur Nevins kepada Today.


Kurang lebih selama dua tahun, dengan bantuan Wounded Warrior Project, Nevins melewati masa rehabilitasi yang membuatnya bisa lebih menerima keadaan bahwa dirinya kini menjadi penyandang disabilitas. Sayangnya, pada bulan November 2007, Nevins mengalami infeksi tulang parah di kaki kanannya hingga ia memutuskan untuk mengamputasi kaki kanannya.

Pasca diamputasi, pikiran negatif mulai menyelimuti benak Nevins. Saat itulah ia baru paham mengapa para veteran perang rentan sekali mengalami depresi dan memutuskan bunuh diri. Hingga di tahun 2014, seorang teman bernama Anna menyarankan Nevins untuk berlatih yoga.

"Saya sempat menertawakannya mana mungkin orang seperti saya melakukan yoga. Tapi saya tertarik juga dan akhirnya saya mencoba yoga, dengan dibimbing Anna yang juga seorang guru yoga," kata Nevins.

Baca juga: Latihan Yoga Bantu Wanita Ini Sembuh dari Trauma Akibat Pelecehan Seksual

Pertama kali melakukan meditasi, Nevins bisa merasa dirinya lebih optimistis. Namun, hal terberat sempat ia alami ketika Anna memintanya untuk melepaskan kaki prostetik yang selama ini digunakan Nevins. Tak mudah bagi Nevins untuk melepaskan kakinya karena selama ini, menurut Nevins kaki adalah bagian terbaik dari tubuhnya.

Setelah mengumpulkan keberanian, Nevins mulai mencopot kaki prostetiknya dan Anna pun menyuruh dia melakukan hand stand. "Posisikan tubuhmu dalam posisi hand stand. Rasakan energi yang kau dapat dari tanah dan bangkitlah," kata Nevins menirukan ucapan Anna kala itu.

Setelah mendengar ucapan Anna sambil tetap berkonsentrasi, Nevins mengaku ia seperti mendapat energi yang berasal dari tanah tempat ia berpijak menggunakan tangan. Nevins mengatakan dirinya seperti 'lahir kembali' dan baru terhubung dengan bumi. Sejak saat itulah Nevins menemukan ketertarikannya pada yoga. Bahkan, kini Nevins sudah menjadi instruktur yoga dan motivator di berbagai acara setelah menjalani training guru yoga di Hawaii beberapa waktu lalu.

"Saya tidak takut lagi melepas kaki prostetik saya karena dengan begitu banyak orang terinspirasi. Meski awalnya saya pun sempat gugup dan tertekan karena merasa orang lain menatap saya aneh tanpa mengenakan kaki prostetik," kata Nevins.

Sekarang, Nevins lebih banyak melatih yoga dan memotivasi semua orang yang membutuhkan bantuannya, terutama para veteran perang.

Baca juga: Cangkok Mr P Pertama di Amerika akan Diberikan pada Veteran Perang (rdn/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT