Wanita Ini Klaim ASI Mampu Perpanjang Umur Ayahnya yang Kena Kanker

True Story

Wanita Ini Klaim ASI Mampu Perpanjang Umur Ayahnya yang Kena Kanker

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Senin, 18 Apr 2016 09:04 WIB
Wanita Ini Klaim ASI Mampu Perpanjang Umur Ayahnya yang Kena Kanker
Foto: thinkstock
Cheltenham, Inggris - Bayi disarankan untuk mendapat ASI eksklusif bukan tanpa alasan, sebab ASI terbukti meningkatkan kekebalan tubuh mereka. Tapi apakah ASI bisa memberikan manfaat serupa pada orang dewasa?

Di tahun 2009, Helen Fitzsimmons dibuat gundah karena ayahnya didiagnosis dengan kanker myeloma, kanker yang cenderung tumbuh lambat tetapi dapat menurunkan kekebalan serta merusak tulang.

Berkat kemoterapi, sang ayah yang bernama Arthur itu akhirnya bisa bertahan hidup hingga empat tahun lamanya. Namun di tengah pengobatan, Helen lagi-lagi harus menelan kenyataan pahit karena Arthur kemudian juga didiagnosis dengan kanker prostat pada bulan Oktober 2013.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami berusaha untuk terlihat tenang di depan ayah, tetapi kenyataannya tidak demikian," paparnya.

Helen lantas berinisiatif melakukan riset mandiri untuk mencari pengobatan. Tak tahunya ia menemukan sejumlah penelitian yang membuktikan bahwa ASI dapat meningkatkan kekebalan tubuh seseorang. Dari situ ia berniat mencoba memberikan ASI-nya kepada sang ayah. Kebetulan wanita berusia 40 tahun itu memang sedang menyusui anak keduanya yang masih bayi.

Setelah beberapa kali mendiskusikan hal itu dengan ibunya, Jane dan Arthur, mereka sepakat untuk mencoba cara itu. Hampir setiap hari Helen memerah ASI-nya lalu mendinginkannya sebelum kemudian diberikan kepada sang ayah. Dalam sehari, ia mengonsumsi sekitar 59 mili qliter.

"Waktu ayah pertama kali mencoba, ia langsung meminumnya dalam sekali teguk. Lalu ia menatap ke saya dan berkata rasanya enak," ungkap Helen seperti dilaporkan Mirror.

Helen tahu cara ini terdengar aneh, tetapi ia meyakini setiap orang akan berbuat hal yang sama jika dihadapkan pada masalah yang sama dengan dirinya.

Secara mengejutkan, hal ini benar-benar berdampak pada Arthur. Menurut keterangan dokter, kadar protein tertentu dalam tubuhnya yang naik karena kanker myeloma terbukti menurun sejak minum ASI.

"Saya ingin ia minum lebih banyak jadi saya minta teman saya untuk menyumbangkan ASI-nya dan porsinya kami tambah menjadi 89 mililiter. Dan dokter mengatakan proteinnya berkurang drastis," paparnya.

Bahkan ketika Arthur mencoba mengurangi ASI yang diminumnya sebanyak setengah ons, hari itu juga proteinnya naik lagi. Sayangnya ketika Helen menjelaskan hal ini pada dokter Arthur, mereka terkesan tidak percaya.

Pria ini akhirnya memang menghembuskan nafas terakhir di usia 72 tahun atau 16 bulan setelah pertama kali meminum ASI. Saat itu Helen menyesal karena tidak memberi ASI pada sang ayah sejak awal. Namun ia meyakini bahwa ASI telah memberikan manfaat luar biasa bagi sang ayah.

Baca juga: Ahli Kesehatan Ingatkan Bahaya Tren ASI untuk Konsumsi Dewasa


Tahun lalu juga sempat muncul tren minum ASI untuk orang dewasa yang memicu perdebatan, terutama bagi mereka yang ingin membentuk badan atau bodybuilding.

Pegiat kebugaran mengatakan ASI adalah suplemen super, namun di sisi lain banyak pakar yang khawatir ASI yang dijual secara online kurang higienis ataupun mengandung bakteri yang bisa saja membahayakan siapapun yang meminumnya.
 
Terlepas benar atau tidak, beberapa waktu kemudian seorang wanita asal Selandia Baru dikabarkan berhasil bertahan hidup setelah tersesat di hutan selama berhari-hari berkat meminum air susunya sendiri.

Baca juga:
Tersesat di Hutan, Wanita Ini Bertahan Hidup dengan Air Susunya Sendiri (lll/vit)

Berita Terkait