Jika dilihat sekilas, Dewi tak tampak seperti pasien kanker. Ia lincah beraktivitas ke sana ke mari dan merupakan orang yang murah senyum dan mudah tertawa. Tapi siapa sangka, Dewi sudah 19 tahun melawan 5 jenis kanker yang ada di tubuhnya.
"Awalnya tahun 1997, saya baru berusia 26 tahun, baru 2 tahun menikah tapi sudah divonis mengidap kanker tiroid," tutur Dewi mengawali perbincangan dengan detikHealth, baru-baru ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua kali operasi, kanker tiroid di tubuh Dewi dinyatakan hilang. Ia dinyatakan bersih dari kanker pada tahun 1998 dan menjalani kehidupan normal hingga pada tahun 2005, dokter mendiagnosisnya mengidap kanker payudara.
Terserang kanker untuk kedua kalinya membuat kepercayaan diri Dewi runtuh. Ia pun sempat beberapa kali mencoba pengobatan alternatif karena tidak ingin melakukan operasi pengangkatan payudara.
"Depresinya tahun 2005 itu pas kena kanker payudara. Orang kalau ke alternatif kan karena nggak mau dioperasi kan. Tapi hasilnya nggak sesuai yang diharapkan dan akhirnya berobat lagi ke dokter, kankernya sudah stadium 3C," ungkap Dewi.
Setelah operasi dilakukan, dokter mengingatkan dirinya tentang adanya risiko kekambuhan meskipun kanker di payudaranya sudah hilang. Sebabnya, stadium kanker payudaranya sudah tergolong berat dan kemungkinan besar sel kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lain.
Tahun 2008, Dewi divonis mengidap kanker paru-paru. Saat melakukan pemeriksaan rutin, dokter menyebut sel kanker sudah menyebar ke paru-paru Dewi dan ia harus menjalani serangkaian kemoterapi lagi.
"Saat itu saya sudah nggak kaget lagi. Sudah siap, soalnya dokter sudah mengingatkan soal risiko penyebaran kanker," ungkap ibu dua anak ini.
Setahun kemudian, ujian kembali datang untuk Dewi, kali ini dalam bentuk kanker otak. Penyakit ini termasuk berbahaya karena risiko operasi yang besar dan angka harapan hidup pasien cenderung rendah.
Kala itu, Dewi mengaku ikhlas. Ia bahkan mengumpulkan anak dan suaminya untuk bisa ikhlas dengan metode pengobatan yang dijalani. Namun berkat pertolongan Tuhan, operasi berjalan sukses dan Dewi dinyatakan bebas dari kanker otak.
"Tapi tahun 2016 ini kanker saya kambuh lagi, sekarang menyerang mediastinum dekat saluran napas. Karena sudah 5 kali jadi kita jalaninnya positif saja, sudah ikhlas," ungkapnya.
Rasa syukur dan terima kasih ia ucapkan untuk seluruh keluarga dan teman yang sudah berjuang bersamanya. Dukungan dari keluarga dan lingkungan sangat penting untuk menciptakan pikiran yang positif.
Dewi juga aktif menjadi salah satu pengurus Cancer Support and Information Center (CISC) sejak tahun 2007. Ia mengaku pernah merasakan dampak dari dukungan yang diberikan lingkungan kepadanya, dan ia ingin membuat pasien kanker lain merasakan hal yang sama.
"Kalau pikir positif insya Allah hasilnya positif. Jalani pengobatan dengan ikhlas dan sabar, serta jangan pernah bosan berobat," tutupnya.
Baca juga: Seperti Ada Lesung Pipi di Payudara, Ternyata Wanita Ini Kena Kanker
(mrs/vit)











































