Senin, 13 Jun 2016 16:31 WIB

Mirip Gangren, Tapi Penyakit yang Membuat Kulit Menghitam Ini Mematikan

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Claire Bassett (Foto: Deadline News) Claire Bassett (Foto: Deadline News)
London - Saat itu Claire Bassett memang sedang mengidap penyakit gagal ginjal kronis. Selama beberapa bulan ia harus cuci darah tiap berapa hari sekali demi bisa bertahan hidup.

Hingga suatu ketika sang ibu, Karen melihat warna kulit Claire mulai berubah menjadi hitam, tepatnya di perut putrinya. Namun Claire merasa itu hanyalah darah kering, dan bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan.

"Anehnya ketika kami biarkan, ia sering mengeluh kesakitan. Bahkan suatu ketika ia sampai berteriak karena rasa sakit itu, tapi kami tak tahu apa-apa," tutur Karen.

12 hari kemudian barulah terjawab apa yang dialami Claire. Itu pun karena salah seorang staf medis melepas perban di perutnya. Menurut sang staf, Claire mengalami calciphylaxis, sebuah kondisi langka yang terjadi akibat kalsium menumpuk dan menghambat pembuluh darah sehingga suplai darah ke kulit menjadi terhenti.

Seperti halnya yang dialami gadis berumur 27 tahun itu, ia merasakan sensasi rasa sakit yang luar biasa seperti ditusuk-tusuk dan membuatnya menjerit karena tak kuasa menahannya.

Calciphylaxis di tubuh Claire (Foto: Deadline News)

Baca juga: Obati Kanker Kulit dengan Salep Hitam, Hidung Wanita Ini Malah Berlubang

Tim dokter yang bingung harus berbuat apa-apa akhirnya berusaha mencari rekomendasi dengan menghubungi tim medis dari Jerman. Dari situ mereka mendapat resep obat untuk setidaknya meredakan nyeri yang dirasakan Claire, yaitu memberinya diamorphine.

Selain itu, tim medis akan menutup luka di perut Claire tersebut dengan perban yang tebal agar selalu bersih. "Kami mengira saat cuci darah kondisinya akan membaik. Tetapi lukanya justru semakin dalam dan suatu ketika memicu pendarahan," kenang Karen.

Bahkan hanya dalam hitungan hari, pendarahan di tubuh Claire semakin hebat, dan saat itu dokter sudah angkat tangan. Dua hari berikutnya, Claire menghembuskan napas terakhirnya.

Claire meninggal dunia awal tahun ini akibat komplikasi tersebut. "Kami begitu kehilangan dirinya," kata sang ayah, Geoff seperti dilaporkan Deadline News.

Kini Geoff, seluruh anggota keluarga dan teman-teman Claire berupaya menggalang dana lewat situs GoFundMe untuk membantu meningkatkan kesadaran publik akan adanya kondisi ini.

Calciphylaxis diperkirakan terjadi pada satu pasien tiap tahunnya di Inggris. Kondisi ini memicu gejala di antaranya ruam, luka borok dan nyeri di jaringan yang terserang seperti kaki, tangan, torso, punggung maupun payudara.

Hingga kini belum diketahui apa pemicu calciphylaxis dan pengobatan spesifik apa yang bisa diberikan. Padahal tingkat fatalitasnya mencapai 80 persen.

Baca juga: Kena Penyakit Langka, Bayi Ini Lahir dengan Kulit Penuh Belang Hitam (lll/vit)
News Feed