Cerita Faiz, Tetap Semangat dan Ceria Meski Idap Leukemia

True Story

Cerita Faiz, Tetap Semangat dan Ceria Meski Idap Leukemia

Puti Aini Yasmin - detikHealth
Jumat, 05 Agu 2016 09:03 WIB
Cerita Faiz, Tetap Semangat dan Ceria Meski Idap Leukemia
Foto: Puti/detikHealth
Jakarta - Di usia 4 tahun, Faiz didiagnosis leukemia. Meski demikan, bocah 9 tahun bernama lengkap Muhammad Faiz Aufar itu tetap semangat dan ceria menghadapi penyakitnya.

"Awalnya tahun 2012 Faiz pulang dari PAUD dan mengeluh sakit pada kakinya. Saya suruh berdiri, tapi Faiz bilang tidak bisa karena nyeri," tutur Yeni, ibu Faiz saat ditemui di rumah singgah pasien kanker anak, Rumah Anyo, Slipi, Jakarta Barat.

Yeni mengatakan, awalnya Faiz disebut dokter terkena virus. Namun makin lama kondisi Faiz makin memburuk. Perutnya membesar dan tubuhnya panas hingga 39-40 derajat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah dilakukan pemeriksaan ulang, baru diketahui jika Faiz mengalami gejala leukemia. Faiz yang berasal dari Pontianak ini segera dirujuk ke Rumah Sakit Dharmais di Jakarta. Saat ini, untuk sementara Faiz dan ibunya tinggal di Rumah Anyo.

Baca juga: Gejala Mirip Demam Berdarah, Waspadai Leukemia Pada Anak

Menjalani pengobatan yang memakan waktu hingga berbulan-bulan, membuat Faiz merindukan teman-teman di sekolah. Ia pun berharap bisa sesegera mungkin kembali ke kampung halamannya.

"Kangenlah sama teman-teman di sekolah," tutur pecinta pelajaran matematika dan bahasa Inggris ini.

Meski mengidap leukemia, Faiz tetap ceria dan optimistis. Bahkan, ia amat Ia bersemangat saat ditanya mengenai cita-citanya. "Ingin jadi dokter, nanti ada yang sakit bisa sembuhin orang-orang. Kalau lagi batuk kasih obat batuk, kalau lagi mual kasih obat mual," tutur Faiz dengan logat Melayunya.

Walaupun begitu Faiz tetaplah anak kecil yang dapat mengeluh saat sakit pada ibunya. "Sakit Ma, Pegal," tutur Yeni menirukan gaya bicara Faiz ketika mengeluhkan kondisinya.

Mendampingi anak yang terkena kanker memang tak mudah. Namun, Yeni berusaha untuk selalu berpikiran positif. Ia pun memberi dorongan pada orang tua lain yang anaknya terkena kanker untuk tetap berpikir positif.

"Di balik semua itu ada pelajaran yang indah, seperti bertemu dengan saudara baru dari macam-macam daerah," kata Yeni.

Baca juga: Leukemia pada Anak Sudah Berkembang Sejak Masih dalam Rahim


(rdn/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads