"Awalnya tahun 2012 Faiz pulang dari PAUD dan mengeluh sakit pada kakinya. Saya suruh berdiri, tapi Faiz bilang tidak bisa karena nyeri," tutur Yeni, ibu Faiz saat ditemui di rumah singgah pasien kanker anak, Rumah Anyo, Slipi, Jakarta Barat.
Yeni mengatakan, awalnya Faiz disebut dokter terkena virus. Namun makin lama kondisi Faiz makin memburuk. Perutnya membesar dan tubuhnya panas hingga 39-40 derajat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Gejala Mirip Demam Berdarah, Waspadai Leukemia Pada Anak
Menjalani pengobatan yang memakan waktu hingga berbulan-bulan, membuat Faiz merindukan teman-teman di sekolah. Ia pun berharap bisa sesegera mungkin kembali ke kampung halamannya.
"Kangenlah sama teman-teman di sekolah," tutur pecinta pelajaran matematika dan bahasa Inggris ini.
Meski mengidap leukemia, Faiz tetap ceria dan optimistis. Bahkan, ia amat Ia bersemangat saat ditanya mengenai cita-citanya. "Ingin jadi dokter, nanti ada yang sakit bisa sembuhin orang-orang. Kalau lagi batuk kasih obat batuk, kalau lagi mual kasih obat mual," tutur Faiz dengan logat Melayunya.
Walaupun begitu Faiz tetaplah anak kecil yang dapat mengeluh saat sakit pada ibunya. "Sakit Ma, Pegal," tutur Yeni menirukan gaya bicara Faiz ketika mengeluhkan kondisinya.
Mendampingi anak yang terkena kanker memang tak mudah. Namun, Yeni berusaha untuk selalu berpikiran positif. Ia pun memberi dorongan pada orang tua lain yang anaknya terkena kanker untuk tetap berpikir positif.
"Di balik semua itu ada pelajaran yang indah, seperti bertemu dengan saudara baru dari macam-macam daerah," kata Yeni.
Baca juga: Leukemia pada Anak Sudah Berkembang Sejak Masih dalam Rahim
(rdn/vit)











































