Senin, 17 Okt 2016 10:31 WIB

True Story

Memar-memar Dikira 'Cubitan Setan', Ternyata Marisza Kena Penyakit Autoimun ITP

Puti Aini Yasmin - detikHealth
Foto: Puti Foto: Puti
Jakarta - Saat masih balita, kerap ditemukan memar di sekujur tubuh Marisza. Memar tersebut awalnya dikira 'cubitan setan' karena tiba-tiba saja muncul. Tak disangka, ternyata itu merupakan gejala penyakit autoimun Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP).

Kala itu Marisza masih berusia emoat tahun. Selain muncul memar yang misterius, dia juga sering mimisan.

"Dua minggu konsumsi vitamin C tapi malah makin parah. Akhirnya tes ngambil cairan sum-sum tulang belakang, hasilnya autoimun," tutur Marisza kepada detikHealth pada acara First Gathering Autoimun Indonesia di Gedung Kompas Gramedia, Jalan Palmerah, Jakarta Barat, Minggu (16/10/2016).

Pada saat menstruasi pertama kali di usia 11 tahun, dia begitu kaget karena mengalami ketidaknormalan. Menstruasinya berlangsung selama 32 hari. Selain itu dalam sehari, Marisza bisa menghabiskan 40-60 pembalut dan diaper untuk orang dewasa. Agar dirinya tidak kehabisan darah, dokter pun mengatur masa menstruasinya menjadi 6 bulan sekali.

Pada pasien ITP, semua sel darah normal kecuali trombosit. Orang yang kekurangan trombosit akan mudah berdarah atau memar, sebab darah tak dapat menggumpal. Penyebab penyakit ini belum diketahui.

Gejala lain penyakit ini adalah bintik-bintik merah pada tangan, luka lama mengering, ada darah pada tinja dan air seni, serta darah yang terlalu banyak saat menstruasi. Selain mimisan, gusi berdarah juga kerap dialami pasien.

Untuk mengendalikan penyakitnya, perempuan bernama lengkap Yuta Marisza Cardoba ini mengaku mengalami jatuh bangun. Ia sempat berada di kondisi yang stabil namun kembali lagi ke kondisi yang lemah.

"Selama 25 tahun melakukan pengobatan agar stabil tapi malah makin parah. Akhirnya saya jenuh, saya depresi hingga koma, itu masa ketika marah sekali 'kenapa saya diberikan cobaan yang terlalu berat'," sambung Marisza.

Baca juga: Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP)

Tak cuma itu, sebelum menikah, seorang hematolog pernah berkata pada calon suaminya bahwa dengan ITP yang diidap Marisza, kemungkinan tidak akan bisa punya anak. Namun Marisza memilih mendekatkan diri pada Tuhan ketimbang memikirkan hal negatif. Dan keajaiban itu muncul dengan lahirnya Shayna Alethea El Farveisa.

Tiga bulan setelah melahirkan, tubuh Marisza menjadi sangat kurus dan HB-nya bahkan turun hingga nol. Rambutnya rontok dan tulang-tulangnya terasa ngilu, belum lagi darah yang terus mengucur dari mulut dan hidung. Berbagai terapi pun dijalani Marisza untuk mengatasi kondisinya itu.

Namun bayi kecil itu menjadi semangat tersendiri bagi Marisza. Hadirnya si kecil Shayna membuat Marisza merasa berharga dan dibutuhkan.

"Saya berjanji untuk selalu ada kapan pun di mana pun sampai kapan pun (untuk anaknya). Jadi jika saya menyerah saat itu pasti saya tidak akan memenuhi janji saya," imbuh Marisza.

Ya, hidup dengan ITP memang tidak mudah. Banyak hal yang membuat Marisza merasa hidupnya jadi penuh keterbatasan. Namun dia berpikiran positif bahwa keterbatasan merupakan salah satu alat yang bisa mempermudah dirinya untuk mengidentifikasi siapa dirinya sesungguhnya.

Pengalamannya bersahabat dengan ITP membuatnya termotivasi mendirikan yayasan Marisza Cardoba Foundation (MCF). Pada 2015 MCF bersama dukungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak meresmikan program nasional senyum indonesiaku yang misinya adalah melaksanakan lima dasar hidup sehat (LDHS).

Baca juga: Ibu Penderita ITP, Bisakah Menurun ke Anaknya?

"Saya tidak mau teman-teman dengan ITP ataupun teman-teman yang diberikan 'sahabat' spesial menjadi 'tersesat' dan 'sedih'. Terapi terbaik bagi ITP adalah SEMANGAT, dan tidak hanya (terapi medis) ITP tentu saja," ucap Marisza di blog pribadinya.

Dengan yayasan ini, Marisza juga ingin memberikan pesan pada putrinya. "Saya ingin meninggalkan suatu pesan bagi anak saya yaitu ibunya yang mengalami berbagai masalah bisa bangkit dan menggandeng banyak orang untuk bangkit bersama," kata Marisza.

Tetap semangat ya, Marisza! (vit/vit)
News Feed
CNN ID
×
Layar Demokrasi
Layar Demokrasi Selengkapnya