Rabu, 16 Nov 2016 10:04 WIB

True Story

Kisah Nenek yang Tetap Tabah Meski Didiagnosis Kanker Usus Besar dan Paru

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Megawati Tanto (Foto: Radian Nyi S/detikHealth)
Jakarta - Di tahun 2007, Megawati Tanto (70) didiagnosis kanker kolon atau usus besar. Tiga tahun kemudian, Mega diketahui mengidap kanker paru. Agar tetap tabah dan tenang menghadapi kenyataan itu, Mega punya cara tersendiri.

Mega mengisahkan, gejala kanker kolon yang ia alami hanya perdarahan di anus satu kali. Setelah melakukan kolonoskopi, diketahui ada polip yang sudah berubah sifat menjadi kanker di usus besar stadium 3.

Setelah itu, ia lantas menjalani operasi dan kemoterapi. Ketika didiagnosis kanker kolon, Mega mengaku tidak kaget. Sebab, ia mengakui sejak muda memang pola makannya ngawur. Bahkan, Mega hobi sekali minum soft drink dan suka makan berbagai macam kue.

"Jadi waktu saya kena kanker kolon saya nggak bertanya-tanya karena memang gaya hidup saya seperti itu. Saya nggak marah sama Tuhan atau denial, karena saya merasa memang saya yang salah. Terus saya jalani pengobatan," kata Mega saat ditemui usai Seminar Edukasi 'Lung Cancer Awareness' di Kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Depok, Senin (14/11/2016).

Tiga tahun pasca didiagnosis kanker kolon, Mega diketahui mengidap kanker paru primer. Artinya, kanker paru yang diidapnya murni muncul sendiri, bukan akibat penyebaran sel kanker di usus besarnya. Lagi-lagi, Mega tenang menerima kenyataan yang ada. Memang, ada riwayat kanker paru di keluarganya di mana sang ibu mengidap kanker paru dan hanya bisa bertahan enam bulan.

Kala itu Mega mengaku bisa tenang karena dia menganggap dirinya sudah punya pengalaman terkena kanker kolon. Ia mengibaratkan kanker kolon adalah kuliah S1-nya dan terkena kanker paru adalah kuliah S2-nya. Mega membuktikan bahwa dirinya masih bisa bertahan meski awalnya, pertanyaan apakah ia bisa bertahan hidup kerap berkutat di pikirannya.

"Teman banyak yang nanya kenapa bisa sampai kena kanker paru, apa saya terlalu stres. Namanya manusia pasti stres tapi saya nggak stres-stres amat. Saya cuma bilang ke diri saya sendiri dan teman-teman, karena Tuhan tahu saya kuat menjalaninya. Kalau begitu, teman saya udah nggak nanya-nanya lagi deh," tambah Mega sembari tertawa.

Dokter mengatakan kasus yang dialami Mega cukup langka karena ia mengalami dua jenis kanker primer (bukan akibat penyebaran kanker lain) yang berbeda. Untuk mengobati kanker parunya, Mega menjalani lubektomi. Dalam prosedur itu, dua tulang iganya patah.

Baca juga: Benarkah Kemoterapi Malah Menyebarkan Kanker?

Alhasil, selama 2,5 bulan ia hanya bisa berbaring. Untuk ke kamar mandi dan makan, Mega berusaha sekuat tenaga menggerakkan tubuhnya. Jangan ditanya bagaimana sakitnya tubuh Mega saat itu. Menurut dia, dari skala 1 sampai 10, sakit yang dirasa bisa mencapai skor 9.

"Operasi paru aja sudah sakit, ditambah tulang iga patah dua. Sakitnya itu, ampun deh. Kalau dibuat tiduran sih mendingan nggak terlalu sakit. Setelah 2,5 bulan sudah nggak begitu sakit tapi recovery-nya lama," kata Mega yang juga menjadi koordinator rumah singgah Cancer Information and Support Centre (CISC) ini.

Sampai saat ini, jika batuk atau membuang ingus terlalu kencang, Mega masih merasakan sakit di tulang iganya. Meski begitu, Mega bersyukur karena semangat dan ketabahannya, ia sudah 'ulang tahun' yang ke-5. Ulang tahun merujuk pada waktu survivor kanker sudah dinyatakan sembuh dari penyakitnya.

"Kanker paru saya ditemukan karena saya kontrol kanker kolon. Gejala nggak ada sama sekali, cuma ada riwayat kanker saja dari mama saya. Pokoknya, untuk pasien kanker fokuslah ke pengobatan medis untuk mencapai kesembuhan, nggak perlu tolah-toleh ke (pengobatan) yang lain. Tetap semangat, positive thinking, dan tanamkan ke benak kita apapun yang nggak enak yang kita jalani ini, demi menuju kesembuhan," tambah Mega.

Oleh orang di sekitarnya, Mega kerap dijuluki 'tiga lanjut' yakni usia lanjut, lung cancer lanjut dan colon cancer lanjut. Apalagi, Mega juga memiliki kondisi lain di antaranya ada mioma di uterus, katup jantung yang bocor, dan kista di liver. Tapi dengan berbekal semangat dan doa, Mega berusaha untuk tetap tegar menghadapinya.

Baca juga: Begini Tips Survivor Kanker Payudara Hadapi Rasa Sakit Saat Kemoterapi (rdn/vit)