Baru-baru ini mereka menjalani operasi pemisahan di Lucile Packard Children's Hospital Stanford, California.
Keputusan untuk mengoperasi keduanya sendiri baru diambil tahun lalu. Itu pun terpaksa karena orang tua mereka, Aida dan Arturo tak kuasa melihat perkembangan kesehatan Eva dan Erika yang terus menurun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya saja, Aida dan Arturo telah diwanti-wanti bila prosedur yang akan dilakoni keduanya cukup berisiko dan dapat memicu beragam komplikasi. Bahkan ada kemungkinan salah satu atau mungkin dua-duanya tak bisa bertahan, sehingga tanggal pelaksanaan operasi terus tertunda.
Salah satu kekhawatiran yang dilontarkan tim medis adalah mereka kesulitan mencegah banyaknya darah yang hilang saat pemisahan hati dan tulang panggul.
Foto: The Sacramento Bee/YouCaringEva dan Erika bersama sang ibu, Aida (Foto: The Sacramento Bee/YouCaring) |
Baca juga: Ortu: Operasi Lancar, Kembar Siam Safira-Saqira Kini Dirawat di PICU RSCM
Namun akhirnya operasi dilangsungkan pada pekan pertama bulan Desember lalu, dengan melibatkan 50 dokter spesialis, mulai dari anak, bedah plastik, urologi hingga ortopedi yang dipimpin Dr Gary Hartman.
Dalam operasi itu, ada beberapa tindakan yang diberikan kepada Eva dan Erika. Kandung kemih diberikan kepada Eva, sedangkan Erika dipasangi kantung kolostomi.
Dua kaki juga diberikan kepada Eva, sedangkan kaki ketiga diberikan kepada Erika. Namun keduanya sama-sama tak memiliki organ vital, sehingga begitu operasi selesai, mereka langsung dibawa ke dua ruangan terpisah untuk menjalani operasi rekonstruksi tubuh bagian bawah.
Beberapa bulan jelang operasi, tim medis juga telah memasang 'tissue expanders' agar kulit kedua pasien bisa melar dari waktu ke waktu demi memudahkan proses rekonstruksi.
"Kami khawatir melihat kemungkinan itu, tetapi sejak awal kedua putri kami telah berhasil melampaui prediksi dokter dan bertahan hingga saat ini," tulis orang tua si kecil, Aida dan Arturo di akun Facebook mereka.
"Untuk itu kami serahkan semuanya kepada Tuhan. Jika memang ini bisa terjadi, terjadilah. Yang terpenting kami sudah berjuang untuk mewujudkan apa yang mereka inginkan," tutur Aida kepada The Sacramento Bee.
Aida juga menggalang dana lewat situs YouCaring untuk membantu membiayai seluruh operasi yang dibutuhkan putri mereka.
Baca juga: Lahir Dempet Kepala, Jadon-Anias Sukses Dipisah dengan Prosedur Langka
Doa wanita asal Stanford, California pun terjawab. Operasi berhasil dilakukan setelah 18 jam. Untuk pertama kalinya, Aida melihat kedua putrinya yang berusia dua tahun tersebut dalam keadaan terpisah.
"Mereka terlihat luar biasa. Tetapi mungkin kami harus membiasakan diri melihat mereka terpisah dan bertanya-tanya 'di mana saudaramu?'," tuturnya.
(lll/vit)












































Foto: The Sacramento Bee/YouCaring