Ani didiagnosis kanker payudara di bulan Mei tahun 2014. Kala itu, pemeriksaan patologi menunjukkan kanker payudara yang diidap Ani sudah memasuki stadium 2B dengan ukuran mendekati 5 cm. Tak hanya itu, sel kanker Ani juga sudah menjalar ke getah bening.
"Grade kecepatan membelah sel pun 3 plus jadi harus segera melakukan treatment. Untuk itu saya harus melakukan radioterapi 30 kali selama satu bulan setengah dan kemoterapi 16 kali," kata ibu tiga anak ini dalam perbincangan kepada detikHealth baru-baru ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Sempat Tolak Ketemu Teman-temannya, Begini Kisah Maria Hadapi Kanker Payudara
Selain berfoto, Ani juga punya cara lain menghilangkan rasa jenuh dan takut ketika kemoterapi yaitu dengan mengganti kata kemoterapi dengan 'sun bathing'. Ia pun kerap mengajak perawat untuk mengobrol untuk menghilangkan rasa bosan dan takutnya.
Ani melanjutkan, untuk merayakan kemoterapi terakhir pada Juni 2014 ia mengadakan pesta di kamar pasiennya. Pesta tersebut ia katakan seperti pesta 'sweet seventeen' karena didominasi dengan warna merah muda.
"Setiap tamu yang datang diberi cupcakes dengan pita pink," katanya sambil tertawa.
Kebahagiaan Ani bertambah karena berdasarkan hasil Positron Emission Tomography and Computed Tomography Scanning (PET-Scan) pada bulan September 2016 lalu, sel kanker dalam tubuhnya sudah tidak ada lagi.
Berbicara soal kanker payudara yang diidap Ani, wanita berkerudung ini mengatakan dia memang memiliki riwayat keluarga dengan kanker. Kemudian, dulunya Ani juga menjalani pola hidup yang tidak sehat, misalnya Ani hobi mengonsumsi makanan dan minuman instan.
"Untuk itu, saya berpesan jalankan pola hidup sehat dan rutin melakukan periksa payudara sendiri (sadari). Karena dengan melakukan deteksi dini, perawatan yang dilakukan lebih sedikit dan terjangkau," kata Ani.
Baca juga: Perjuangan Yesi Melawan Kanker Payudara yang Sudah Menyebar ke Otak
(rdn/vit)











































