Senin, 08 Mei 2017 09:10 WIB

Kisah Elizabeth Tempuh 20 Km ke Puskesmas Terdekat untuk Atasi Stroke

Suherni Sulaeman - detikHealth
Foto: Suherni/detikHealth Foto: Suherni/detikHealth
Jakarta - Pagi itu di Rumah Sakit Penyangga Perbatasan (RSPP) Betun, Malaka, NTT, Yanuarius Mosa (27) dan Oktaviani Mosa (36) sedang menuntun sang ibu menuju lorong-lorong rumah sakit untuk diterapi. Pada 2 bulan lalu, tepatnya awal bulan Maret, Elizabeth Bita (66) mengalami stroke ringan yang mengakibatkan kaku pada bagian kanan badannya.

Awalnya, Elizabeth mengeluh pusing-pusing, berkeringat, dan badan terasa lemas. Alhasil, akibat ini ia tidak bisa berjalan dan tidak bisa membuka mata. Kemudian, oleh para tetangga, Elizabeth dibawa ke Puskesmas Besikama, lalu dirujuk ke RSPP Betun.

"Akhirnya tetangga langsung antar ke Puskesmas terdekat. Habis diperiksa, dokter kasih obat, paginya kasih surat rujukan ke sini, langsung opname," ujar Oktaviani.

"Dulu sama tetangga diantar pakai oto atau angkot. Tidak bisa jalan, digendong dengan anak lelakinya," sambung Oktaviani.

Baca juga: Begini Tantangan Medan yang Dihadapi Tenaga Kesehatan di Pedalaman Papua

Diakui Oktaviani, karena kondisinya yang sudah berkeluarga, membuat ia tidak bisa sepenuhnya menjaga sang ibu. Ditambah saudaranya yang lain merantau di berbagai daerah luar provinsi NTT. Namun ada satu adik laki-lakinya, Yanuarius, yang memilih tetap tinggal dan merawat sang ibu.

"Selama ini dia yang merawat, soalnya saya jauh. Jadi yang jaga Mama ini adik laki-laki," ucap Oktaviani yang tinggal di Kecamata Wewiku, Kabupaten Malaka.

Saat ditemui detikHealth, dalam keadaan yang masih belum begitu pulih, Elizabeth bersama kedua anaknya ini menggunakan angkutan umum menempuh jarak 20 km, dari Desa Besikama, Kec Malaka Barat, ke RSPP Betun.

"Berangkat pagi dari rumah naik angkutan umum bertiga," ujar Yanuarius.

Sejauh ini Elizabeth sudah melakukan terapi sebanyak 8 kali. Meski demikian, selama terapi ia dianjurkan untuk tidak makan makanan yang berlemak serta mengandung garam. Selain itu, di rumah, Elizabeth tidak boleh bekerja keras, harus banyak istirahat dan terapi berjalan.

"Pantangan makannya tidak boleh makan daging, makanan yang berlemak, makan asin. Harus jalan supaya tidak kaku," ucap Elizabeth.

Baca juga: Cerita dr Feby, Dokter yang Bertugas di Daerah Terpencil (hrn/vit)
News Feed