Kamis, 12 Apr 2018 11:09 WIB

True Story

Idap Alergi Langka, Wanita Asal London Ini Cuma Makan Nasi dan Sayur

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Sophie Wills (25) asal London terpaksa hanya bisa mengonsumsi nasi dan sayuran tanpa tambahan apapun untuk makanan sehari-harinya.

Ia mengidap Mast Cell activation syndrome (MCAS), sebuah kondisi langka di mana sel-sel darah tak bereaksi secara tepat dengan makanan dan wewangian tertentu.

Sindrom tersebut membuat Sophie alergi pada segala jenis makanan kecuali nasi dan sayuran. Ia tak bisa mengonsumsi ragi, daging, ikan, produk susu atau yang mengandung pengawet.

"Aku enggak bisa makan apapun kecuali sayur dan nasi, kalau aku makan makanan lain aku bisa pingsan dan mengalami syok anafilaksis, tenggorokanku berasa tertutup dan wajahku membengkak. Sangat mengerikan," tutur Sophie, seperti dikutip dari Metro, Kamis (12/4/2018).



Tak hanya makanan, sinar matahari dan suara keras juga dapat menyebabkan reaksi padanya. Ia juga tak bisa berada di area yang terdapat aerosol yang biasa terkandung dalam parfum.

Sophie mengaku sebelum ia mengetahui kondisinya di tahun 2014, ia mengalami reaksi alergi hingga 7 kali dalam sehari. Padahal gaya hidupnya cukup sehat, bahkan ia sering berlari half marathon.

Kondisi Sophie sempat membingungkan para dokter, ia bahkan sempat divonis mengalami kondisi psikologis. Yang berarti semuanya hanya terjadi di kepalanya dan mengirimnya untuk ikut konseling

Hal tersebut membuatnya mengunjungi hampir 30 rumah sakit selama dua tahun setelahnya, berharap ada yang dapat memberikannya diagnosis.

"Bikin frustasi. Aku harus melewati berbagai macam tes. Karena dokter mengira aku mengidap penyakit Lyme karena aku sering kejang," ujar wanita yang bekerja sebagai desainer tudung nikah ini.


Akhirnya pada Agustus 2016, dokter mendiagnosisnya dengan MCAS. Karena dokter menemukan ia memiliki dua kondisi pokok medis, yaitu gangguan jaringan ikat yang disebut Ehlers-Danlos syndromes (EDS) dan kondisi jantung yang disebut Postural orthostatic tachycardia syndrome (POTS), yang umum terjadi pada orang yang mengidap MCAS.

Sel-sel mast, salah satu tipe sel darah, bereaksi terhadap benda asing dan cedera dengan melepaskan berbagai mediator kimia, seperti histamin, untuk melawan infeksi.

Gawain Paling, pendiri badan amal Mast Cell Action mengatakan bahwa reaksi yang sering timbul akibat MCAS adalah gatal-gatal, radang, nyeri perut, mual, diarea, dan yang terburuk beberapa orang mengalami syok anafilaksis seperti Sophie.

"Buruknya, ketika orang sulit untuk keluar dari rumah karena takut alami reaksi, mereka jadi alergi terhadap banyak hal dan banyak yang berjuang untuk dipercayai orang sekitarnya," tutur Paling.

Kini Sophie harus meminum 60 pil berbeda dalam sehari agar kondisinya tetap stabil. Ia merasa rindu dengan makanan-makanan favoritnya, yang ia makan dengan bebas sebelum terdiagnosis MCAS.

Kelelahan akibat alergi tersebut juga mengharuskannya berhenti bekerja. "Sekarang aku sedang mengumpulkan uang untuk empat donasi amal, termasuk Mast Cell Action," imbuhnya.

(Frieda Isyana Putri/hrn)