Selasa, 31 Jul 2018 10:00 WIB

True Story

Kisah Olivia, Di-bully dan Depresi hingga Jadi Beauty Queen

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Foto: Instagram Foto: Instagram
Jakarta - Semua orang punya masa lalu yang menuntun mereka jadi pribadi yang sekarang. Olivia McPike asal Inggris mengubah luka emosionalnya sejak kecil menjadi kesuksesan.

Dara berusia 20 tahun ini baru saja memenangkan ajang kecantikan Miss Grand Scotland 2018. Namun di balik wajah cantiknya, ia pernah berjuang melawan gangguan kecemasan dan depresi akibat di-bully saat sekolah.

"Aku selalu merasa sedih. Tiap hari aku pulang dan menangis. Aku periksa ke dokter dan didiagnosis gangguan kecemasan dan depresi. Kupikir itu tak adil dan aku tak ingin jadi berbeda," ungkapnya, dikutip dari Daily Record UK.

Dia berjuang melawan gangguan mentalnya tersebut sendirian lewat beberapa konseling dan obat-obatan. Ia ingin merasa lebih baik, dan akhirnya cuti dari sekolah untuk memulihkan dirinya.


Bersamaan saat konseling dan pengobatan, Olivia juga mulai pergi ke gym dan mengonsumsi makanan lebih sehat. Dalam beberapa bulan ia bisa menghentikan pengobatannya dalam pengawasan.

Olivia juga mempelajari tata rias, dan baginya, riasan dapat membantunya merasa lebih cantik dan percaya diri. Walaupun ia tak pernah berpikir bahwa dirinya cantik, namun ia berpikir bahwa dia adalah orang yang mudah berteman.

Mengapa ia di-bully oleh teman-temannya, ia tak pernah tahu alasannya. Akan tetapi, Olivia menyebut tak akan pernah membenci mereka.

"Aku tak menyalahkan mereka, namanya juga anak-anak. Mereka mungkin nggak tau dampaknya apa padaku. Aku tak membenci mereka dan aku bisa percaya diri. Aku rasa tiap pengalaman yang kamu lewati akan kamu pelajari," tuturnya.

Ia menambahkan: "Aku sangat beruntung karena aku punya keluarga yang brilian dan jejaring dukungan yang hebat. Aku mengerti bagaimana susahnya oleh karena itu aku benar-benar semangat untuk membicarakannya."


Kini sebagai seorang beauty queen, Olivia akan mewakili Skotlandia dalam ajang internasional di Myanmar pada Oktober nanti. Sebagai advokasi, yang akan disampaikannya adalah meningkatkan kepedulian serta donasi dalam kesehatan mental untuk Scottish Association for Mental Health (SAMH).

Ia juga ingin menyemangati para wanita muda lainnya untuk mencari bantuan dan tak diam saja jika mengalami gangguan mental atau bullying. Bagi wanita yang menyukai teater musikal ini, berani menampilkan diri di atas panggung dan di depan orang banyak adalah hal yang penting.

"Aku dulu sering gemetar ketakutan saat duduk di depan para juri. Ini semuanya hanya masalah menerima dirimu sendiri. Dulunya aku sering khawatir apa yang orang pikirkan tentangku dan apa yang harus kulakukan dan katakan. Tetapi ketika kamu bilang ingin menjadi seorang perwakilan, maka kamu menaruh dirimu untuk dihakimi," kata Olivia.

Olivia menegaskan, sangat penting untuk memiliki mindset yang sehat dan percaya pada kemampuan diri sendiri. Jika seseorang tak bahagia untuk dirinya sendiri, maka ia tidak akan bisa melakukan apapun.

(frp/wdw)
News Feed