Kamis, 16 Agu 2018 07:55 WIB

Idap Kelainan Jantung-Paru, Bocah Ini Jadi Pasien Cangkok Organ Termuda

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi detak jantung. (Foto: thinkstock) Ilustrasi detak jantung. (Foto: thinkstock)
Jakarta - Meskipun sudah terbiasa menghadapi permasalah kelainan jantung dan paru, namun tidak pernah terbayang bahwa anak mereka akan mengalami kondisi seperti itu.

Ialah Chuck dan Tiffany Palmer dari Kansas City, Missouri, Amerika Serikat yang memiliki anak dengan diagnosis sindrom hipoplastik jantung kiri (hypoplastic syndrome), yaitu cacat bawaan yang menyebabkan jantung kurang berkembang. Kondisi ini merupakan kombinasi dari kelainan jantung dan pembuluh darah besar.

"Itu sangat menghancurkan. Kami tahu saat USG di minggu ke-20. Kami tidak mengharapkan diagnosis. Tidak ada orang tua yang pernah menginginkan seperti ini," ujar Tiffany kepada PEOPLE seperti dikutip dari Health.

"Kenyataan ini sangat menakutkan. Kami tahu kebanyakan bayi dengan diagnosis seperti ini tidak akan selamat dari kehamilan, dan jika mereka lahir pun biasanya mereka tidak dapat bertahan lama," tambahnya.



Namun keberuntungan berpihak padanya, bayi yang diberi nama Jack itu pun lahir pada tanggal 16 Januari 2018. Sejak lahir, dokter sudah menegaskan bahwa Jack membutuhkan transplantasi jantung-paru segera.

Saat usianya dua minggu, Jack menjalani operasi jantung terbuka untuk pertama kalinya. Orang tuanya hanya bisa berdoa sembari menangis sepanjang waktu. Jack pun harus berada di ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit) selama 10 hari.

Pada usianya memasuki tiga minggu, Jack dioperasi lagi untuk kedua kalinya. Namun kelainan jantungnya sangat parah hingga memengaruhi paru-parunya. Ia juga mengidap septum atrium yang menyulitkan aliran darah mengalir ke seluruh tubuhnya.

Mau tidak mau Jack harus mendapatkan transplantasi jantung-paru secepatnya. Dan akhirnya pada tanggal 23 Mei 2018, ahli jantung di Pusat Jantung Anak-anak St. Louis Children's Hospital melakukan transplantasi pada Jack. Jack menjadi orang termuda yang berhasil menjalani operasi tersebut pada usia lima tahun.

"Dia tetap diinkubasi selama beberapa minggu setelahnya, tetapi dia sudah bangun, dia bisa berinteraksi dengan kami. Dia tersenyum," ungkap Tiffany.

"Sungguh menakjubkan melihat betapa cepat dia mulai memahami hal-hal yang seharusnya dilakukan oleh seorang anak berusia 6 bulan normal," tambahnya.

Belum lama ini, Jack sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Keluarganya pun sangat senang melihat Jack bisa tersenyum tanpa harus kesakitan.






Tonton juga 'Masih Belia, Bocah Ini Jalani Transplantasi Organ':

[Gambas:Video 20detik]

(wdw/up)