Rabu, 29 Agu 2018 09:45 WIB

True Story

Kisah Ronaldi Kehilangan Lengan Kanan dan Ibu Kandungnya Karena Kanker

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ronaldi, pengidap sarkoma asal Bangka Belitung (Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth) Ronaldi, pengidap sarkoma asal Bangka Belitung (Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth)
Jakarta - Ronaldi bocah Bangka Belitung yang harus menghadapi kenyataan pahit karena kehilangan lengan kanan serta ibunya dalam waktu yang berdekatan.

Tahun lalu, setelah Ronaldi mengalami kecelakaan dan pergelangan tangannya sakit, ia memilih untuk mengurutkan tangannya itu. Namun, setelah diurut justru membengkak.

"Belum ke dokter saya ke dukun kampung diurut, reaksinya tuh membengkak. Lalu urut lagi kembali lagi, setelah diurut, bengkak lagi makin membesar. Pas dagingnya sudah keluar kan pecah, saya langsung ke dokter," ceritanya saat ditemui detikHealth di rumah singgah kanker Cancer Information and Support Center (CISC) di Kemanggisan, Jakarta Barat, Selasa (28/8/2018).



Betapa mengejutkan, hasil diagnosis dokter menyatakan bahwa Ronaldi terkena kanker sarkoma, yaitu kanker yang menyerang tulang atau jaringan lunak di sekitar tulang.

Dokter pun menyarankan untuk mengamputasi lengan kanannya. Meskipun Ronaldi mengaku belum siap menerima kenyataan tersebut, akhirnya pada bulan Februari lalu ia harus ikhlas kehilangan lengannya itu.

"Saya nangis karena belum siap menerima, jadi saya pikir-pikir karena saya mikir orang tua saya jadi saya terima," ungkapnya.

Tidak selesai sampai di situ, ternyata kankernya sudah menyebar ke paru-paru. Alhasil Ronaldi dirujuk ke RS Dharmais Jakarta untuk mendapatkan pengobatan kemoterapi.

Baca juga:

Kesedihannya pun tak kunjung usai. Di tengah pengobatan, Ronaldi harus kehilangan ibunya tersayang yang juga mengidap kanker tulang.

"Meninggalnya bulan ini tanggal 4. Meninggal karena ada kanker juga, kata dokternya kanker tulang juga, ada benjolan di lutut," tuturnya.

"Nggak dapat pengobatan, didiamin saja. Karena dia ngalah nggak ada biayanya, jadi dia pesan daripada dia kehilangan saya duluan mending dia saja," lanjut Ronaldi.

Kehilangan lengan sekaligus ibu tidak membuat Ronaldi patah semangat. Ia masih terus melakukan pengobatan kemoterapinya dan bertekad untuk meneruskan sekolah.

"Saya tetap semangat saja demi pesan-pesan ibu saya kemarin supaya terus sembuh. Terus masih mau lanjut sekolah nanti kalau ada biaya," tutupnya.



Saksikan juga video 'Kenali Tanda Metastase bagi Penderita Kanker':

[Gambas:Video 20detik]

(wdw/up)
News Feed